SURABAYA l bidik.news – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Anggota Fraksi Partai Demokrat, Arbayanto, mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Jawa Timur, untuk kembali memperkuat semangat kerja keras dan gotong royong. Hal ini dinilai krusial di tengah berbagai tantangan bangsa, mulai dari dampak perubahan iklim hingga pengelolaan bonus demografi.
Dalam keterangannya, Arbayanto menyoroti kondisi perekonomian nasional dan daerah yang berpotensi terdampak oleh faktor alam.
“Saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau dan kebakaran hutan di mana-mana. Meskipun secara umum perekonomian rakyat sudah jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya, kemungkinan akan ada gangguan yang disebabkan oleh kondisi perubahan iklim,” ujar Arbayanto pada Jumat ( 14/8/2026 ).
Mantan komisioner KPU Jatim ini, menekankan bahwa momentum hari kemerdekaan ini harus menjadi titik tolak untuk memperkuat kerja sama. Kerja keras dan kolaborasi antarelemen masyarakat menjadi kunci utama untuk mempertahankan dan membangun kesejahteraan serta perekonomian bangsa.
Lebih lanjut, ketika disinggung mengenai upaya memperkuat kesatuan di Jawa Timur pada usia ke-81 RI ini, Arbayanto mengingatkan kembali identitas masyarakat Jawa Timur yang selama ini dikenal dengan budaya pekerja keras dan santun. Ia memetakan bahwa tantangan terbesar yang sedang dihadapi bangsa saat ini, khususnya di Jawa Timur, bertumpu pada persoalan generasi muda.
Arbayanto mengingatkan bahwa Indonesia kini telah memasuki era bonus demografi dengan lonjakan populasi usia produktif. Namun, ia memberikan peringatan keras terkait risiko jika potensi tersebut tidak dikelola dengan baik.
“Kalau anak-anak muda kita tidak kita persiapkan, baik itu fondasi mentalnya maupun keterampilan kerjanya, maka kekhawatirannya bonus demografi itu bisa menjadi ‘bonus kriminalitas’, ‘bonus kekerasan’, dan ‘bonus anak-anak muda yang putus asa’,” tegas Arbayanto.
Maraknya pemberitaan terkait perilaku menyimpang dan kekerasan di kalangan remaja turut menjadi perhatian serius baginya. Menurut Arbayanto, salah satu akar masalahnya adalah kurangnya ruang bagi pemuda untuk mengaktualisasikan semangat dan energinya pada wadah yang positif, seperti di bidang olahraga, serta seni dan budaya.
Sebagai penutup, politisi Demokrat tersebut mengimbau seluruh elemen untuk turun tangan secara aktif.
“Di usia Indonesia yang ke-81 ini, di tengah situasi populasi anak muda yang semakin tinggi, mari kita jaga bareng-bareng mereka. Ini membutuhkan kepedulian kita bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat secara umum,” pungkasnya.( Rofik )











