SUMENEP | bidik.news – Nasib Holifatus Sakdiyah, nasabah BRI Unit Diponegoro yang angsurannya selama lima bulan tak diakui masih digantung.
Warga Desa Bringin, Kecamatan Dasuk, Sumenep itu diminta untuk menunggu petugas yang bertanggung jawab terhadap aplikasi di BRI Unit tersebut.
Ironisnya, Holifatus Sakdiyah justru diminta uang lagi supaya bersih di BI Checking.
“Diminta Rp 3,6 juta untuk BI Checking, soalnya lima bulan tidak ngangsur kata pihak BRI,” tutur Rosi, suami Holifatus Sakdiyah, Sabtu 29 Juni 2024.
Sementara, Kepala Cabang BRI Sumenep Heru H yang diwakili Ihwan mengatakan, pihaknya minta supaya Holifatus Sakdiyah menunggu petugas yang bertanggung jawab.
“Tunggu sebentar lagi, supaya ada kepastian. Soalnya Mas Agung masih berangkat haji,” katanya dengan menggunakan bahasa Madura.
Ditanya soal upaya BRI dalam mengantisipasi persoalan serupa pada nasabah lain, Ihwan tidak menjelaskan secara pasti. Dia justru kembali minta untuk menunggu petugasnya yang menunaikan ibadah haji.
“Yang sabar, tunggu tanggal 10 ke atas. Insyaallah nanti dipertemukan semua biar jelas,” tandasnya.
Sebelumnya, Holifatus Sakdiyah ditengarai nunggak angsuran selama lima bulan berturut-turut sejak Januari 2024 atas uang yang dipinjamnya dari BRI Unit Diponegoro, Karangduak, Kota Sumenep. Namun, Olif, Holifatus Sakdiyah mengaku sudah membayar. (suf)











