PASURUAN I bidik.news – Tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan tingkatkan alokasi irigasi Perpompaan menjadi 23 titik yang tersebar di enam kecamatan guna mendukung keandalan pasokan air untuk petani padi.
Ini dilakukan karena jumlah penerima manfaat bantuan mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyasar tujuh titik lokasi. Penambahan kuota tersebut difokuskan untuk mendukung komoditas tanamani padi di kawasan potensial.
“Tahun sebelumnya pembangunan irigasi perpompaan hanya ada tujuh titik, namun kali ini mengalami kenaikan yang signifikan menjadi 23 titik. Adanya perubahan aturan dari pusat juga berpengaruh besar sehingga alokasi bantuan tahun ini bisa menjadi lebih banyak,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiyah, Senin (3/8/2026).
Skema regulasi terbaru menekankan sasaran penerima bantuan program perpompaan diarahkan kepada kelompok tani yang bersedia menanam padi.
Lokasi kelompok tani yang diusulkan wajib berkomitmen menanam padi demi menjaga efektivitas serta keberlanjutan fungsi fasilitas air tersebut.
“Komoditas yang berhak mendapatkan bantuan irigasi perpompaan kali ini khusus untuk tanaman padi saja. Oleh karena itu setiap lokasi lahan pertanian yang diusulkan harus berkomitmen penuh dan mau menanam padi secara berkelanjutan,” tegas Fia sapaan akrabnya.
Sebanyak enam kecamatan penerima program dipilih berdasarkan pemetaan daerah yang sering mengalami kendala pasokan air pada musim tertentu.
Kehadiran mesin pompa dan jaringan irigasi baru diharapkan menjadi solusi terhadap ancaman kekeringan di lahan sawah.
“Penambahan fasilitas pompa air di enam kecamatan ini diproyeksikan mampu meningkatkan indeks pertanaman padi di wilayah Pasuruan. Pemerintah daerah melalui dinas akan terus mengawal pemanfaatan 23 titik irigasi ini agar produktivitas panen para petani semakin melimpah,” imbuh Fia.
Kelompok tani yang telah diverifikasi di enam kecamatan kini tengah bersiap memanfaatkan sarana pompa air tersebut menjelang musim tanam mendatang.
“Ini wujud pemerintah daerah hadir untuk petani yang membutuhkan sport air irigasi agar tanaman padi tumbuh subur dan berdaya guna,” pungkas wanita asli Pasuruan ini. (rusdi)











