SURABAYA l bidik.news– Anggota Fraksi Partai Demokrat, Misery Efendi, mengungkapkan sejumlah temuan krusial hasil dari kegiatan jaring aspirasi masyarakat (reses) di wilayah Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan.
Dalam laporannya, ia menyoroti keluhan warga terkait minimnya pemulihan infrastruktur pascabencana, ketersediaan air bersih, hingga buruknya kualitas jaringan listrik di kawasan tersebut.
Misery memaparkan, masalah pertama yang sangat mendesak adalah banyaknya jembatan rusak akibat bencana yang dibiarkan terbengkalai selama 4 hingga 6 tahun terakhir tanpa perbaikan.
“Masyarakat meminta kepada kami agar perbaikan jembatan ini bisa dibantu melalui anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, khususnya lewat program rekonstruksi dan rehabilitasi,” ungkap Misery anggota Komisi D DPRD Jatim pada Senen ( 3/8/2026).
Permasalahan infrastruktur juga terjadi pada jalan-jalan poros desa yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten, khususnya di Kabupaten Pacitan. Akses krusial yang menghubungkan Pacitan dengan Trenggalek dan Ponorogo tersebut dilaporkan baru terbangun sekitar 40 persen.
Kondisi ini, menurut Misery, disebabkan oleh minimnya kapasitas fiskal daerah. Anggaran belanja modal untuk infrastruktur sangat terbatas karena mayoritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersedot untuk belanja pegawai.
“Meskipun Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) mengamanatkan alokasi belanja infrastruktur minimal 30 persen, tampaknya untuk proyeksi tahun 2026 daerah-daerah ini masih belum mampu menembus angka tersebut,” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, Misery juga menyoroti banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan akses air bersih yang layak. Warga terpaksa menempuh perjalanan berkilo-kilometer atau patungan secara swadaya untuk membangun pipanisasi. Sayangnya, aliran air dari swadaya tersebut kerap kali tidak lancar.
Fraksi Demokrat mendesak agar Pemerintah Provinsi segera turun tangan membantu penyediaan air bersih melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Di sektor energi, jaringan listrik di pelosok desa juga masih menjadi persoalan pelik. Banyak pelanggan mengeluhkan tegangan listrik (voltase) yang naik-turun akibat satu meteran terpaksa dibagi untuk banyak rumah.
Misery menjabarkan, usulan perbaikan dari masyarakat masih jauh dari kata tuntas. Saat menemui 11 kepala desa di Pacitan, ia menerima usulan perbaikan jaringan di 9 titik. Namun, baru satu titik yang digarap oleh PLN melalui proyek jaringan besar bernilai miliaran rupiah.
“Di Ponorogo juga sama kondisinya. Dari usulan yang ada, baru 3 titik yang tergarap dan masih menyisakan 5 titik yang belum direalisasikan. Begitu juga yang terjadi di Trenggalek, masalahnya sama,” tutup Misery.
Melalui penyampaian hasil reses ini, Fraksi Demokrat berharap Pemerintah Provinsi dapat segera memberikan intervensi dan bantuan khusus agar roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah daerah pemilihan ( Dapil ) IX meliputi Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan dapat segera pulih dan meningkat.( Rofik )











