GRESIK | bidik.news – Ratusan peternak kambing dari Desa Canggaan dan sejumlah desa di Kecamatan Ujungpangkah mengikuti kegiatan “Mepe Kambing Bareng” di Desa Canggaan, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kualitas ternak, manajemen pemeliharaan, hingga strategi pemasaran.
Dua narasumber, dr. Viki Mustofa dan peternak Samsul Arifin, memberikan materi seputar pengembangan usaha peternakan kambing yang lebih profesional dan berdaya saing.
Dr. Viki Mustofa menjelaskan, usaha peternakan kambing memiliki prospek besar jika dikelola dengan baik. Menurutnya, peningkatan kualitas bibit melalui persilangan, manajemen pemeliharaan yang tepat, serta kekompakan kelompok menjadi kunci keberhasilan peternak.
Ia juga mendorong peternak memanfaatkan kotoran kambing sebagai pupuk bernilai ekonomi sehingga dapat menambah pendapatan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Sementara itu, Samsul Arifin membagikan pengalaman mengelola peternakan dengan sistem pakan yang seimbang. Menurutnya, pemberian hijauan dan pakan kering secara tepat mampu mendukung pertumbuhan ternak secara optimal.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai persoalan yang dihadapi peternak, mulai dari kesehatan anak kambing, pemasaran hasil ternak, hingga maraknya kasus pencurian kambing.
Menanggapi hal tersebut, dr. Viki menekankan pentingnya penguatan kelompok peternak, sistem ronda, serta sinergi dengan pemerintah desa dan aparat keamanan untuk meminimalkan risiko pencurian.
Kepala Desa Canggaan, Fakhrur Rozi, mengatakan pemerintah desa berkomitmen mendukung pengembangan peternakan melalui peningkatan keamanan lingkungan, di antaranya dengan pemasangan CCTV dan penguatan peran Linmas.
Selain itu, pemerintah desa juga tengah menggagas kawasan peternakan terpadu agar kandang peternak berada dalam satu lokasi yang dilengkapi sistem keamanan bersama.
Di bidang pemasaran, peternak didorong tidak hanya menjual kambing hidup, tetapi juga mengembangkan usaha daging segar, akikah, sate, dan produk olahan lainnya yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Melalui kegiatan ini, para peternak diharapkan semakin kompak, mampu meningkatkan kualitas bibit dan manajemen usaha, serta memperluas jaringan pemasaran guna meningkatkan kesejahteraan mereka.











