GRESIK I bidik.news – Kisah pilu anak korban perampokan dan pembunuhan agen BRI link di Desa Imaan Kecamatan Dukun menjadi perbincangan di kalangan keluarga maupun warga sekitar.
NZ bocah kecil yang kini baru menginjak usia 4 tahun harus tumbuh dibawah asuhan ayahnya. Kasih sayang dan pelukan hangat dari ibu tidak lagi dirasakan. Pasalnya, ibunya Wardatun Thoyyibah menjadi korban perampokan dan pembunuhan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri.
Ayah NZ, Mahfud (42) hanya bisa menjawab ibu lagi di surga, ketika anak semata wayangnya menanyakan keberadaan ibunya. Waktu kejadian, NZ masih berusia 2 tahun. Ibunya dihabisi pelaku saat berada disebelah NZ.
“Anakku njaluk numpak pesawat nang surgo nemoni ibu e (Anak saya minta naik pesawat ke surga untuk menemui ibunya). Pertanyaan itu sering dilontarkan anaknya,” ungkap Mahfud dengan nada bicara yang sarat akan kesedihan, Kamis (22/1/2026).
Luka yang belum sembuh itu, kembali diuji ketika pelaku Ahmad Midol (39) yang saat ini menjalani proses hukum hanya dituntut 14 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Gresik.
Bagi Mahfud, tuntutan tersebut terlalu ringan dan tidak mencerminkan rasa keadilan. Tuntutan itu tidak sebanding dengan nyawa yang hilang dan trauma yang membekas selamanya.
“Kami meminta agar Majelis hakim yang menyidangkan perkara ini tersentuh hatinya dan memberikan putusan yang adil dan setimpal dengan perbuatan pelaku,” ujar Mahfud dengan nada lirih.
Masih menurutnya, Ahmad Midhol merupakan otak di balik aksi perampokan yang menggasak uang Rp 150 juta dan membunuh istri tercinta. Seharusnya pelaku dihukum berat karena pelaku juga sempat melarikan diri dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Gresik selama setahun.
“Kami dan keluarga berharap ada secercah keadilan dari Majelis hakim yang menyidangkan perkara ini dengan memberikan putusan yang maksimal,” pungkasnya. (him)









