BANYUWANGI – Usai giat rekonstruksi, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin memberikan santunan kepada keluarga korban pembunuhan Nurchofiani, warga Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi.
Bantuan tersebut diberikan Kapolresta, karena dengan kepergian korban akibat dibunuh bule asal Belanda Hendrik Tibboel, saat ini masih menyisakan pilu dan duka dikalangan keluarganya. Pasalnya, ketiga anak korban kini menjadi yatim piatu masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Saat ini anak kandung korban masih bersekolah di Madrasah Aliyah Banyuwangi.
Ketiga anak korban tersebut, terdiri dari anak pertama dan kedua yang merupakan anak dari suami korban yang pertama, sedangkan anak korban dari tersangka masih berusia 3,5 tahun. Ketiga anak korban tersebut kini tinggal bersama Bibinya yang hidupnya pas-pasan.
Dengan kejadian itu, Kapolresta beserta jajarannya berinisiatif memberikan santunan kepada keluarga korban seusai giat rekonstruksi di TKP, Rabu (08/01/2020).
“Saya selaku Kapolresta Banyuwangi dan mewakili seluruh personil Polresta Banyuwangi turut berduka cita sedalam – dalamnya atas meninggalnya korban,” kata Kombes Pol Arman rasa terharu saat memberikan bantuan yang diterima langsung oleh Anak kandung korban.
Kapolresta menambahkan, pihaknya meminta kepada keluarga korban untuk dapat menerima kepergian korban sebagai musibah dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Polisi.
“Percayakan kepada kami untuk menangani kasus ini. Negara kita adalah negara hukum, untuk itu biarkan hukum yang bertindak dan menghukum tersangka sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku” tegas Kapolresta.
Sementara, keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta atas bantuan yang diberikan. Mereka pun memohon kepada Kapolresta untuk menghukum tersangka dengan seberat beratnya.
“Saya mohon pak, tersangka dihukum mati. Nyawa dibayar nyawa,” ucap Via kakak korban dengan penuh harap.











