JAKARTA- Kerinduan pengikut dan simpatisan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habieb Rizieq Shihab (HRS) terobati dengan kedatangannya ketanah air . Hampir dua tahun Imam Besar FPI ini meninggalkan pengikutnya dan simpatisannya dari tanah air.
Disaat pengikutnya dan simpatisannya merindukan kedatangan tokoh besarnya, beredar kabar HRS akan kembali ketanah air dan tepat pada hari Rabu, (11/10/2020) pesawat Saudi Arabia Airlines dari Saudi Arabia mendarat di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dari sekian banyak penumpang yang berada didalam pesawat, beberapa diantaranya adalah HRS dan keluarganya. Kedatangannya disambut dengan meriah dan konvoi oleh pengikutnya dan sipatisannya, mulai dari Bandara Soeta Cengkareng hingga kemarkas FPI di jalan Petamburan Jakarta Pusat.
Namun sebelum kedatangannya ketanah air, beberapa pengamat memprediksi, bahwa kedatangan orang nomor satu di Ormas FPI akan menambah tensi politik didalam negeri.
Semenjak berada ditanah air banyak kegiatan yang dilakukan HRS, mulai dari menikahkan putrinya hingga beberapa kegiatan ceramahnya, semua kegiatan yang dilakukan Imam besar ini, secara tidak langsung banyak menimbulkan kerumunan masa,
Bahkan dituding HRS dengan sengaja mengindahkan Prokes (Protokol kesehatan) sebagaimana yang telah diatur oleh pemerintah .
Hal ini yang menjadi musibah awal HRS menghadapi proses hukum hingga ditetapkan sebagai tersangka dan berakhir menjadi penghuni ruang tahanan Mapolda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020) .
Namun yang paling tragis dan mengerikan , sekembalinya HRS dari Saudi Arabia, musibah yang menimpa keluarga besar FPI, yaitu dengan tewasnya pengawal HRS saat terjadi baku tembak dengan kepolisian. Kejadian yang terjadi Di Toll Jakarta – Cikampek Kilometer 50, Senen (7/12/2020) menewaskan enam orang pengawal HRS yang keseluruhannya mengalami luka tembak . Kejadian ini terjadi pada saat HRS beserta rombongannya dalam perjalanan menuju menghadiri ceramah di Mega Mendung Bogor.
Selain musibah terjadi di keluarga besar FPI dengan tewasnya enam pengawal HRS, Juga terjadi “musibah jabatan” disejumlah pejabat dikepolisian. Pasalnya disebut-sebut, hanya gara-gara semua kegiatan HRS sejak kedatangannya ketanah air, mulai dari penyambutan kedatangannya hingga acara pernikahan putrinya serta kegiatan memperingati Maulid Nabi.
Kapolri Idham Azis secara mendadak mencopot dua petinggi bintang dua dikepolisian, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi, bahkan disebut- sebut jabatan setingkat Kapolres pun ikut dicopot, Kapolres Bogor dan Kapolres Jakarta Pusat. Inilah yang mungkin dapat dikatakan ” Rizieq Datang Musibah Datang” .











