SURABAYA – Terkait sikap tegas Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang memerintahkan jajarannya untuk mencopoti spanduk dan baliho bergambar Imam Besar FPI (Front Pembela Islam) , Imam Besar Habib Rizieq Shihab.
Pengamat politik Surokim Abdussalam, Peneliti Senior SSC Surabaya Survey Center sekaligus Dekan FISIB UTM mengatakan. Menurutnya, itu bagian dari cara TNI memberi warning atau peringatan kepada FPI. Sekaligus gertakan atau TNI ingin menyampaikan pesan awalan.
“Saya lihat TNI tidak ada keraguan dalam soal itu. Bisa jadi TNI sudah menghitung semua potensi. TNI itu kan sistemnya komando, jadi menurut saya langsung atau tidak langsung sudah menjadi aturan di TNI untuk sesuai garis komando. Bawahan bisa menerjemahkan sesuai kapasitas,” ungkap
Dosen Komunikasi Politik ini.
Seperti diketahui Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjalankan politik negara sebagai ujung tombak untuk menjaga NKRI dan keutuhan bangsa sebagai harga mati bagi TNI .
Untuk menunjukan sikapnya, Pangdam Jaya telah menunjukan bukti dengan melakukanya tindakan tegas terkait maraknya baliho yang dapat mengganggu stabilitas
politik serta dapat mengancam keutuhan bangsa dari NKRI. Sikap tegas ini dengan cara menurunkan semua baliho FPI .
Sikap tegas ini , sepertinya ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Pasalnya semenjak kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ketanah air membuat geram sebahagian masyarakat dengan berbagai pernyataannya yang dianggap dapat mengancam keutuhan bangsa dan NKRI , sehingga sikap tegas tersebut mendapat berbagai dukungan dari masyarakat, hal ini dibuktikan dengan maraknya kiriman karangan bunga ke Makodam Jaya yang berisi bentuk dukungan terhadap TNI . Bahkan Kapolda Metro Jaya pun mendukung sikap tegas yang dilakukan Pangdam Jaya. ( Imron/Hari)











