TULUNGAGUNG I bidik.news – Kehadiran Jembatan Garuda di Desa Kates, Kecamatan Kauman, membawa harapan baru bagi masyarakat setempat.
Infrastruktur yang baru diresmikan pada Selasa (9/6/2026) itu menggantikan jembatan gantung lama yang kondisinya telah lapuk dan dinilai membahayakan keselamatan warga.
Sebelumnya, anak-anak sekolah, petani, hingga pedagang harus melintasi jembatan gantung yang sudah tua untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama saat membawa hasil panen atau saat cuaca kurang bersahabat.
Kini, dengan berdirinya Jembatan Garuda yang kokoh dan aman, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar. Para petani dapat mengangkut hasil pertanian dengan lebih mudah, sementara pelajar dapat berangkat ke sekolah dengan rasa aman dan nyaman.
Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang mendapat dukungan dan pengawalan dari TNI.
“Jembatan ini dibangun dengan struktur beton yang kokoh dan aman. Tujuan utamanya jelas, yakni memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, baik untuk akses pendidikan, kesehatan, maupun kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jembatan gantung lama sebelumnya sangat memprihatinkan dan berisiko tinggi bagi keselamatan warga yang melintas setiap hari.
Jembatan Garuda di Desa Kates merupakan satu dari lima jembatan yang dibangun secara simultan di Kabupaten Tulungagung. Program pembangunan tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mengurangi keterisolasian sejumlah daerah.
Lima jembatan yang dibangun tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni satu jembatan di Kecamatan Kauman (Jembatan Garuda Desa Kates), dua jembatan di Kecamatan Kalidawir, satu jembatan di Kecamatan Pucanglaban, dan satu jembatan di Kecamatan Rejotangan.
Dengan diresmikannya Jembatan Garuda, pemerintah berharap manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Selain mempercepat mobilitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu menekan biaya distribusi hasil pertanian dan peternakan menuju pasar.
Akses transportasi yang semakin baik diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan karena para siswa dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, optimistis jembatan tersebut akan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Jangka panjang hingga oleh anak cucu kita kelak,” ujarnya.
Acara peresmian berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bagi warga Desa Kates, Jembatan Garuda bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua wilayah, melainkan simbol hadirnya harapan baru dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat desa.
Masyarakat berharap konektivitas yang semakin baik ini dapat menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan, baik bagi Desa Kates maupun wilayah sekitarnya.











