GRESIK – Beberapa pemilik kapling tanah di Jl Dr Wahidin Shd Desa Kembangan kaget dan resah, pasalnya tanah kapling yang sudah ada sertifikat hak milik tiba tiba di ratakan dengan alat berat dan diuruk dengan galian C.
Menurut salah satu pemilik tanah kapling, Bpk Tekad menuturkan saat itu tgl 7 Oktober 2020 jelang Magrib , dia mendatangi rumah anaknya yang kebetulan terletak dekat dengan tanah kapling, dan ada 1 buldoser yang meratakan tanah.
Saat itu juga mendatangi sopir buldoser dan orang yang bergerombol dilokasi tersebut, dan dikatakan kalau tanah kapling miliknya.
“Ini kan tanah kapling milik saya, dan sertipikat hak milik juga ada,” jelas Tekat kepada sopir buldoser dan termasuk orang yang bergerombol tersebut.
Seketika sopir buldoser menelpon orang yang menyuruh, dan ketika orang menyuruh ratakan dengan alat berat itu bertanya kepada Tekat terkait surat kepemilikan tanah.
” Saya langsung pulang. dan tak bawakan copy sertipikat hak milik tanah kaplingan ini, seketika utusan kantor PT Kohir yang ditengarai bernama pak Abdullah , berjanji akan segera mengabari, namun hingga hari ini belum ada telpon atau datang ke rumah,” papar Tekad.
Beberapa pemilik kapling yang berkisar 30 bidang, segera dikontak untuk memberi kabar terkait ada orang atau lembaga yang menyerobot tanah kapling milik mereka.
H Iskandar yang mempunyai tanah seluas 115 meter persegi, juga segera merapatkan barisan bersama beberapa nsma pemilik tanah kapling, antara lain : Fajar 70 m dan 72 m, Mustalik 72 m, H Udin 1.425 m, Nurma 126 m.
” Meski kami sendiri sendiri, namun sudah sepakat dalam satu kata, dan begitu Senin sore kami berkordinadi dengan pihak Polres Gresik, malam itu juga alat berat sudah dipindahkan dari lokasi tersebut, dan orang yang menguruk lahan adalah anak dari pejabat penting,” jelasnya. Selasa ( 13/10)
Yang pasti, pihak pemilik kapling tanah tidak menghendaki ada cekcok, dan hak kepemilikan serta penguasaan tanah tetap pada dirinya. Sejak Selasa pagi, terlihat 4 pemilik kapling yang mempekerjakan beberapa tenaga untuk membuat pondasi dari batu di tanah kapling miliknya yang sudah diratakan dan diuruk. Hingga berita ini diturunkan pihak PT.Kohir belum dapat dikonfirmasi.











