SURABAYA l bidik.news – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur Dr. Puguh Wiji Pamungkas, mengajak seluruh elemen masyarakat dan bangsa untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum refleksi diri.
Melalui semangat “PKS Love Maulid”, ia menekankan pentingnya meneladani kepemimpinan dan akhlak Rasulullah untuk menjawab berbagai tantangan zaman saat ini.
Menurut Puguh, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai representasi wilayah agamis. Hal ini dibuktikan dengan kultur masyarakatnya yang religius dan keberadaan sekitar 7.000 pondok pesantren di wilayah tersebut.
“Ini menjadi simbol bahwa Jawa Timur adalah provinsi religius. Seyogianya, momentum Maulid Nabi ini menjadi bagian dari refleksi kita bersama untuk meneladani apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad,” ungkap Puguh pada Sabtu ( 22/8/2026 ).
Lebih lanjut, sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim ini menyoroti situasi bangsa saat ini yang tengah dihadapkan pada berbagai problematika multidimensi yang luar biasa, mulai dari masalah sosial kemasyarakatan, pemerintahan, kebijakan publik, politik, hingga keamanan.
Abah Puguh memberikan contoh nyata terkait degradasi sosial yang marak terjadi, seperti jeratan pinjaman online (pinjol), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perundungan (bullying), budaya permisif, hingga runtuhnya moralitas dan karakter anak bangsa. Menurutnya, akar dari seluruh permasalahan tersebut adalah krisis figur teladan.
“Tentu ini harus menjadi refleksi bahwa keteladanan itu sangat penting sekali. Hari ini bangsa dan masyarakat kita butuh keteladanan. Dari siapa? Dari para pemimpinnya, dari para pemangku kebijakannya, dan kalau di rumah berarti dari para orang tua,” tegas Puguh asal Dapil Malang Raya .
Teladan Efisiensi dan Perdamaian
Dalam kesempatan tersebut, Abah Puguh juga menjawab relevansi ajaran Nabi Muhammad dengan kebijakan negara saat ini yang tengah menggaungkan efisiensi anggaran dan menghindari pemborosan. Ia menjelaskan bahwa sejarah mencatat kehidupan Rasulullah sangat efektif dan efisien, namun mampu membawa perubahan besar.
“Kalau kita kenal istilah low cost high impact, dengan sesuatu yang sedikit tetapi menghasilkan dampak yang luar biasa, itu adalah salah satu keteladanan Nabi Muhammad. Artinya, menghindari sifat boros itu juga bagian dari yang dicontohkan oleh beliau,”papar Anggota komisi E DPRD Jatim bidang Kesejahteraan rakyat.
Di akhir pesannya, Puguh Pamungkas merespons maraknya konflik dan kekerasan yang terjadi di berbagai belahan dunia maupun di ranah lokal. Ia menegaskan bahwa kekerasan sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah.
Nabi Muhammad SAW lebih mengedepankan pendekatan dakwah bil-hikmah atau ajakan yang baik penuh kebijaksanaan dibandingkan peperangan.
“Ini yang hari ini perlu terus kita kuatkan, supaya kita lebih mengedepankan upaya menjaga persatuan daripada memperuncing perpecahan dan perbedaan,” Pungkas Puguh mewakili Fraksi PKS DPRD Jatim.( Rofik )











