BANYUWANGI – Ratusan pelaku seni, pengusaha terop dan sound system di Banyuwangi menggelar aksi demo didepan Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (05/08/2020).
Mereka menuntut agar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi mengijinkan kembali gelaran hajatan dan pentas hiburan, agar usaha mereka kembali berjalan, karena berimbas sejak bulan Maret 2020 lalu.
Dalam orasinya, mereka mengeluhkan selama lima bulan nasib mereka yang tidak memiliki penghasilan selama ini.
“Tolong pak, normalkan kembali. Karena kita juga butuh untuk bayar kreditan dan butuh perawatan. Lagunya sampai lupa pak, karena lima bulan tidak nyanyi,” kata Diah Safitri, salah satu penyanyi di Banyuwangi.
Keluhan juga disampaikan oleh perwakilan pengusaha sound system di Banyuwangi juga mengeluh. Ia mengaku sampai menjual peralatan panggungnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama pandemi Covid-19.
“Pentas dan genset sudah saya jual untuk kebutuhan hidup keluarga saya. Belum keluhan rekan yang lainnya. Jadi sangat besar sekali pengaruhnya imbas larangan gelaran hajatan dan hiburan akibat pandemi ini,” kata Iwan.
Aksi tersebut akhirnya membuahkan hasil, karena ada perwakilan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang bersedia menemui mereka.
Hingga akhirnya, kedua belah pihak diterima dan duduk bersama Waka Polresta Banyuwangi, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi dan sejumlah anggota gugus tugas lainya guna mendapatkan solusi.
“Hasil pertemuan itu, kami diperbolehkan kembali menggelar hajatan dimulai hari jumat (07/08/2020). Setelah ini kita akan bermusyarah untuk membahas SOP nya,” terangnya.
Salah seorang peserta aksi langsung melakukan sujud syukur dihadapan perwakilan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi.
“Mulai hari ini sampai besok, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi bersama perwakilan kami untuk membuat SOP dalam melaksanakan hajatan ataupun pertunjukan seni tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Ir. Mujiono Sekda selaku Sekretaris Gugus Tugas Banyuwangi berharap, SOP dalam pelaksanaan hajatan dan pertunjukan kesenian di Banyuwangi dapat diselesaikan dan disepakati bersama pada hari Jumat (07/08/2020) besok.
“Sehingga semuanya jalan, tetapi tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan bersama terhadap Covid-19. Kemudian dapat produktif mendapatkan pendapatan,” tegas Mujiono.(nng)











