JEMBER – Menjelang akan diselenggarakanya launching Gerakan Sejuta Masker di Jawa Timur pada tanggal 7 Agustus 2020 yang akan dipusatkan di Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten Jember siap mendukung gerakan tersebut.
Bertempat di rumah Dinas Wabup, Rabu, 05 Agustus 2020 telah digelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Drs. KH Abdul Muqit Arief.
Rapat tersebut banyak membahas tentang persiapan pelaksanaan Gerakan Sejuta Masker yang akan turut dilaksanakan di Kabupaten Jember.
Usai menggelar rapat, kepada awak media Wabup menyampaikan, ya setelah sebelumnya mengikuti vidcon bersama Dirjen Kemendagri sesuai dengan arahan presiden dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 Minggu ini lebih di fokuskan kepada penggunaan masker.
Maka kemudian ada namanya Gerakan Sejuta Masker, dimana untuk Jawa Timur akan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus setelah sholat Jum’at di Kabupaten Malang.
Sementara di Kabupaten/Kota seluruh Jawa Timur itu dimintak mengikuti secara virtual dan juga melaksanakan pembagian masker kepada seluruh masyarakat terutama di tempat potensial perseberan seperti pasar dan lain sebagainya.
Di Jember sendiri, secara serimonial kita laksanakan di Masjid Al Baitul Amiin sebelum sholat Jum’at, setelah sholat Jum’at kita akan laksanakan di depan Pendopo yang sasaranya para pengendara roda 2 maupun roda 4 yang tidak menggunakan masker.
“Yang lebih penting dari kegiatan ini bukan pembagian maskernya, tetapi yang lebih penting adalah mengidukasi masyarakat bahwa masker itu manfaatnya begini dan sebagainya,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat Kabupaten tetapi juga dilaksanakan di tingkat Kecamatan dengan melibatkan Satgas Covid dan penggerak PKK.
Menjawab pertanyaan media soal masih banyak masyakat yang kurang patuh terhadap penggunaan masker apa akan ada punishment ?. Dengan singkat Wabup menyampaikan, “di Kabupaten Jember bulum sampai pada tingkat punishment tetapi masih pada tahap sosialisasi,” ungkapnya. (Monas)











