BIDIK.NEWS | SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 Jatim (OJK KR4) menggelar Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan. Hadiri Gubernur Jatim Soekarwo, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Riswinandi dan Anggota Komisi XI DPR RI.
Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan digelar sebagai komitmen tinggi OJK untuk meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam memacu pertumbuhan dengan tetap menjaga kesinambungan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas IKNB, Riswinandi menyampaikan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi makro ekonomi dan sektor jasa keuangan yang kondusif.
“Kami yakin sektor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan
ekonomi 2018 sebesar 5,4%. Hal ini didukung oleh solidnya indikator sektor jasa keuangan, baik dari sisi pemodalan dan likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali,” katanya, Selasa (30/1/2018).
Sedangkan Kepala OJK R4 Jatim, Heru Cahyono memaparkan kondisi perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan Jatim, sekaligus melaporkan kegiatan-kegiatan terkait pelaksanaan tugas, peran, dan fungsi Kantor OJK R4 Jatim selama 1 tahun terakhir.
“Pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2017 sebesar 5,16%, lebih tinggi dibanding nasional sebesar 5,06%. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jatim, sektor jasa keuangan juga menunjukan kinerja yang positif,” ungkapnya.
Dana masyarakat yang dihimpun oleh
perbankan Jatim meningkat 10%, sementara fungsi intermediasi meningkat 12,3%. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kecukupan modal yang tinggi dan likuiditas yang memadai, tercermin dari CAR perbankan Jatim sebesar 24,3% dengan risiko kredit masih terkendali pada level NPL sebesar 3,3%.
“Industri Pasar Modal Jatim selama 2017 juga menunjukkan kinerja yang positif, tercermin dari peningkatan signifikan jumlah dana yang dihimpun di pasar modal sebesar Rp 853 miliar atau tumbuh 360,2%. Peningkatan tersebut bersumber dari penawaran umum perdana 4 Emiten yang merupakan jumlah penawaran umum terbanyak kedua setelah DKI Jakarta,” lanjut Heru.
Selain itu, jumlah investor pasar modal Jatim meningkat 15,94% menjadi 76.381
Single Investor Identification (SID).
Industri Keuangan Non Bank Jatim menunjukan kinerja positif tercermin dari pendapatan premi industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencapai Rp13,6 triliun, piutang perusahaan pembiayaan mencapai Rp 37,5 triliun atau tumbuh 16,4%.
Penyertaan modal oleh perusahaan modal ventura mencapai Rp128,2 miliar, total aset dana pensiun mencapai Rp 2,6 triliun atau tumbuh 4,2%, sejalan dengan investasi dana pensiun sebesar Rp 2,5 triliun atau tumbuh 5%. (hari)
Teks : Kepala Eksekutif Pengawas IKNB, Riswinandi kepada media di hotel Bumi Surabaya. (Foto : hari)











