BANYUWANGI | bidik.news – Polresta Banyuwangi kembali menggelar kejuaraan balap motor trail (motocross) unik di area persawahan berlumpur, yang pesertanya diwajibkan mengangkut beban gabah.
Kejuaraan ini diikuti oleh para pemanol (buruh panggul/angkut gabah) menggunakan sepeda motor yang biasa dipakai untuk bekerja sehari-hari.
Ajang yang dikemas dalam Championship Motocross Manol Gabah Kapolresta Cup II 2026 ini berlangsung di Sirkuit Lebak Djinontro Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon.
Kejuaraan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, dan akan berlangsung selama dua hari, mulai 27-28 Juni 2026.
Konsep ‘Manol Gabah’ terinspirasi dari aktivitas petani Banyuwangi yang mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor. Tradisi tersebut, kemudian diadopsi menjadi olahraga otomotif yang memadukan keterampilan berkendara, keseimbangan, dan ketahanan pembalap.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, melalui Kasat Binmas Kompol Basori Alwi mengatakan, kejuaraan tersebut digelar sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus upaya mengangkat potensi lokal.
“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami isi dengan kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Manol Gabah bukan hanya olahraga, tetapi juga menggambarkan kehidupan petani Banyuwangi yang kemudian dikemas menjadi tontonan menarik,” kata Basori.
Menurutnya, Polri ingin hadir tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kegiatan masyarakat yang berdampak positif. Kejuaraan itu juga menjadi ajang silaturahmi komunitas trail serta pembinaan atlet otomotif.
“Kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Selain menjadi hiburan masyarakat, juga menjadi ajang mencari bibit-bibit crosser Banyuwangi yang nantinya dapat berkompetisi pada event yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi generasi muda sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.
“Silakan bertanding dengan semangat, tetapi tetap utamakan keselamatan dan junjung tinggi sportivitas,” ujarnya sembari menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia.
Ketua Panitia Cross Manol Gabah Championship Kapolresta Cup II 2026, Dani Wahyudi, menyebut kejuaraan tersebut sengaja dikemas berbeda agar masyarakat tidak hanya menikmati balapan, tetapi juga memahami filosofi di baliknya.
“Manol Gabah bukan sekadar balapan motor. Di balik itu ada cerita tentang keseharian petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Kami ingin aktivitas mereka mendapat panggung dan diapresiasi,” kata Dani.
Ia menjelaskan, penggunaan karung gabah sebagai muatan wajib merupakan simbol yang tidak bisa dipisahkan dari identitas kejuaraan. Tantangan peserta bukan hanya menaklukkan lintasan, tetapi juga menjaga muatan tetap aman hingga finis sebagaimana yang dilakukan petani saat membawa hasil panen.
“Justru di situlah letak keunikannya. Pembalap harus cepat, tetapi juga teliti dan mampu menjaga keseimbangan. Itu yang membuat Cross Manol Gabah berbeda dengan kejuaraan motocross lainnya,” ujarnya.
Menurut Dani, regenerasi petani menjadi tantangan yang harus mulai dijawab melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan anak muda. “Kalau anak muda datang, menonton, lalu mulai tertarik mengenal kehidupan petani, itu sudah menjadi keberhasilan bagi kami. Pertanian harus tetap memiliki penerus karena dari sektor inilah kebutuhan pangan semua orang berasal,” ungkapnya.
Dani menambahkan, tingginya antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun kedua menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat dikemas menjadi event olahraga yang menarik tanpa kehilangan makna.
“Alhamdulillah, tahun ini diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai kota. Dan pemenang akan membawa pulang motor cross manol gabah,” ujarnya.
Ia berharap, Cross Manol Gabah Championship tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi ikon event khas Banyuwangi yang menggabungkan olahraga otomotif, budaya lokal, dan edukasi pertanian sekaligus berdampak pada perekonomian masyarakat dengan hadirnya sejumlah pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.(nng)











