• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home JAWA TIMUR BANYUWANGI

Delegasi 16 Negara Praktik Pengelolaan Pertanian dan Perkebunan di Banyuwangi

Nanang Firmansyah by Nanang Firmansyah
4 weeks ago
in BANYUWANGI, JAWA TIMUR
Reading Time: 2 mins read
0
Bupati Ipuk Fiestiandani bersama 32 delegasi dari 16 negara di Pendopo Shaba Swagata Blambangan (Ist)

Bupati Ipuk Fiestiandani bersama 32 delegasi dari 16 negara di Pendopo Shaba Swagata Blambangan (Ist)

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANYUWANGI | bidik.news – Sebanyak 36 delegasi dari 16 negara berkumpul di Banyuwangi mengikuti Capacity Building for Like-Minded Countries (LMCs), Sustainable Timber yang digelar antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University.

Di Banyuwangi mereka akan mempelajari berbagai praktik pengelolaan pertanian dan perkebunan, terutama industri kayu di Banyuwangi selama 4 hari (24–27/06/2026).

Kegiatan ini mendapatkan pendanaan hibah dari Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) dan diikuti oleh perwakilan pemerintah serta pemangku kepentingan sektor kehutanan dari 16 negara sehaluan (Like-Minded Countries/LMCs).

Para delegasi berasal dari Argentina, Brazil, Guatemala, Bolivia, Colombia, Ecuador, Mexico, Ghana, Honduras, Dominican Republic, Nigeria, Saint Lucia, Pantai Gading, Papua New Guinea, Malaysia, dan Thailand.

Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa Kemlu RI Erma Rheindrayani, menjelaskan bahwa peserta berasal dari unsur pemerintah, akademisi, diplomat, hingga pelaku usaha yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian dan perkebunan berkelanjutan, khususnya industri pengolahan kayu.

“Ini merupakan program tahunan dengan fokus pada komoditas strategis yang berbeda setiap tahunnya. Pada 2024 program difokuskan pada komoditas kelapa sawit, sedangkan pada 2025 membahas kopi dan kakao,” kata Erma saat diterima Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Banyuwangi, Rabu malam (24/6/2026).

Kepala CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, mengatakan bahwa program peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan komoditas kayu yang legal, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong pertukaran pengalaman, memperkuat jaringan kerja sama, serta mengembangkan kolaborasi antarnegara dalam menghadapi tantangan keberlanjutan di sektor kehutanan dan perdagangan kayu global.

“Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti sesi pembelajaran di Jakarta dan Bogor serta kunjungan lapangan di Banyuwangi untuk mempelajari berbagai praktik pengelolaan kayu dan industri kayu di Indonesia,” ujarnya.

Salah satu topik utama yang akan dibahas adalah implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK), yang telah menjadi instrumen nasional dalam menjamin legalitas, ketertelusuran (traceability), dan keberlanjutan produk kayu Indonesia.

Sistem ini juga menjadi salah satu rujukan penting dalam upaya meningkatkan akses pasar produk kayu Indonesia ke pasar internasional.

“Banyuwangi memberikan ruang yang baik untuk melihat praktik lapangan, teknologi, dan perkembangan sektor timber berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.

Salah satu peserta dari Argentina, Facundo Gonzalez, yang bekerja pada unit lingkungan hidup, perubahan iklim, dan perdagangan di Kementerian Luar Negeri Argentina, mengaku antusia mengikuti program tersebut.

“Ini suatu kehormatan bisa berada di sini. Kami berharap dapat belajar banyak dari pengalaman Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan,” katanya.

Kesan positif juga disampaikan delegasi Ghana, Ophilious Lambog dari Timber Industry Development Division, Forestry Commission Ghana. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus mempelajari praktik-praktik terbaik dari berbagai negara.

“Kami juga terkesan dengan kehangatan warga Banyuwangi. Makanannya juga sangat enak,” ujarnya.

Kepada delegasi, Bupati Ipuk membeberkan potensi pertanian dan perkebunan di Banyuwangi. Banyuwangi dikelilingi tiga taman nasional, yakni Alas Purwo, Meru Betiri, dan Baluran.

Keberadaan kawasan konservasi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, termasuk perhutanan sosial.

“Kami tidak hanya berupaya mengembangkan sektor perkebunan, kehutanan, pertanian, perikanan, dan pariwisata secara berkelanjutan, namun juga terus berupaya melibatkan masyarakat setempat untuk tumbuh bersama,” kata Ipuk.

“Selain dikenal sebagai penghasil kopi, kakao, beras organik, kelapa, dan produk perikanan, Banyuwangi juga memiliki industri pengolahan kayu yang telah menembus pasar ekspor. Semoga lewat forum ini, kita bisa berjejaring saling sharing praktek-praktek baik dan tentunya membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” kata Ipuk.(nng)

Related Posts:

  • IMG-20240906-WA0074
    Digelar Pemkab, Ratusan ASN di Banyuwangi Ikuti…
  • IMG-20220115-WA0073
    Hijaukan Banyuwangi, PTPN XII Gelar Aksi Tanam Ribuan Pohon
  • IMG-20251029-WA0170
    Perkuat Ekosistem Kreatif, Kemenlu Libatkan…
  • WhatsApp Image 2024-10-24 at 05.16.36
    Anggota DPRD Banyuwangi Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi
  • WhatsApp Image 2022-12-16 at 06.05.28
    Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Raih…
  • WhatsApp Image 2025-11-28 at 10.49.03
    Dukung Percepatan Swasembada Pangan, Banyuwangi…
Previous Post

Ketapang Macet, Pemkab Banyuwangi Ajukan Pelebaran Jalan dan Peningkatan Kapasitas Dermaga ke Kemenhub

Next Post

Bupati Ipuk Gelar Doa Bersama dan Santuni Yatim Piatu di Peringatan 10 Muharram

Nanang Firmansyah

Nanang Firmansyah

RelatedPosts

YLBH Fajar Trilaksana Desak BNN Bongkar Aktor Intelektual di Balik Gudang Ganja 3,37 Ton di Gresik
OPINI

Hari Bhakti Adhyaksa 2026, YLBH FT Desak Kejagung Transparan Tangani Perkara Mantan Jampidsus

by M Rohim
22/07/2026
0

GRESIK I bidik.news – Momentum Hari Bhakti Adhyaksa yang diperingati setiap 22 Juli 2026 dinilai menjadi kesempatan bagi Kejaksaan Agung...

Read moreDetails
Panitia Cabut Gelar Juara 1 Dalegan Fishing Tournament 3 Usai Polemik Video Strike

Panitia Cabut Gelar Juara 1 Dalegan Fishing Tournament 3 Usai Polemik Video Strike

21/07/2026
Libatkan Ribuan Warga, Gerakan Indonesia ASRI di Banyuwangi Bersih-bersih Kawasan Kampung Nelayan

Libatkan Ribuan Warga, Gerakan Indonesia ASRI di Banyuwangi Bersih-bersih Kawasan Kampung Nelayan

21/07/2026

KAI Layani 12 Ribu Penumpang Tujuan Banyuwangi saat Event Banyuwangi Ethno Carnival 2026

20/07/2026

Juara Dalegan Fishing Tournament 3 Diprotes, Panitia Siap Batalkan Gelar Jika Terbukti Curang

20/07/2026

Semangat ‘From Local to Global’, Banyuwangi Ethno Carnival Sukses Sihir Ribuan Pasang Mata

18/07/2026
Next Post
Ketapang Macet, Pemkab Banyuwangi Ajukan Pelebaran Jalan dan Peningkatan Kapasitas Dermaga ke Kemenhub

Bupati Ipuk Gelar Doa Bersama dan Santuni Yatim Piatu di Peringatan 10 Muharram

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

YLBH Fajar Trilaksana Desak BNN Bongkar Aktor Intelektual di Balik Gudang Ganja 3,37 Ton di Gresik

Hari Bhakti Adhyaksa 2026, YLBH FT Desak Kejagung Transparan Tangani Perkara Mantan Jampidsus

22/07/2026
Panitia Cabut Gelar Juara 1 Dalegan Fishing Tournament 3 Usai Polemik Video Strike

Panitia Cabut Gelar Juara 1 Dalegan Fishing Tournament 3 Usai Polemik Video Strike

21/07/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.