SURABAYA – Sebenarnya program Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar lumbung pangan Jatim di JX itu bagus namun sangat disayangkan jika panitia lalai akan anjuran protokol kesehatan Covid -19 untuk melakukan Phisycal distancing yang salah satunya menjaga jarak hingga 2 meter dengan tujuan memutus sebaran virus corona.
” Saya lihat foto beredar kerumunan massa kejadian pada awal pembukaan Lumbung pangan Jatim di JX selasa pagi kemarin sangat disayangkan, seakan – akan panitia kecolongan dengan serbuan masyarakat yang tak hiraukan jarak sehingga rawan tertular virur Covid -19. Semoga kejadian serupa tak terulang lagi dan yang terpenting harus utamakan protokol kesehatan Covid-19 ,” terang Ketua Fraksi Keadilan Bintang Nurani, Rabu ( 22/4).
Dwi Hari Cahyono ini juga menegaskan pihaknya apresiasi Pemprov Jatim menyediakan kebutuhan pokok murah ditengah pandemi covid-19 dengan tujuan membantu masyarakat Jawa Timur yang sedang dihadapkan dengan masalah wabah corona yang menyebabkan banyak korban PHK dan tingginya sejumlah bahan kebutuhan pokok.
” Kami apresiasi Pemprov Jatim siapkan lumbung pangan dengan harga murah di tengah pandemi covid -19 dan semoga program tersebut benar-benar di manfaatkan oleh masyarakat,” terang Pria asli Turen Malang.
Selain itu Politisi asal Partai PKS Jatim ini menambahkan Pemprov Jatim dalam menghindari kerumunan sebaiknya memaksimalkan keberadaan Ojol (ojek online) untuk pengiriman pendistribusian bantuan sembako untuk masyarakat terdampak pandemic Covid-19 terlebih saat diberlakukan PSBB .
“Disaat ada perekonomian hancur karena Covid-19, keberadaan Ojol ini bisa dimaksimalkan. Misalnya mereka bisa melakukan pengiriman langsung untuk pendistribusian bantuan paket sembako ke masyarakat sesuai dengan alamat data yang dimiliki oleh Pemprov,” pungkas Anggota Komisi B DPRD Jatim ini.











