SURABAYA – Ketika Pembatasan Sosial Bersekala Besar ( PSBB ) di berlakukan dalam memutus sebaran virus Corona Pemerintah di minta perhatikan dampak sosial terutama perekonomian warga yang nyaris lumpuh.
Mirza Ananta Anggota DPRD Jatim mengatakan pemberlakuan PSBB harus di iringin dengan kebijakan terhadap perkembangan ekonomi yang terkena dampak PSBB karena pembatasan dalam aktifitas.
” Saya sepakat diberlakukan PSBB di wilayah Surabaya,Sidoarjo dan Gresik karena daerah tersebut sudah termasuk zona merah dengan korban corona terbanyak dan menyebar hampir di semua kecamatan ,” Kata Mirza saat di temui di ruang kerjanya ,Rabu ( 22/4).
Selain itu perlu ketegasan dari pemerintah untuk melakukan pembubaran kerumunan saat PSBB diberlakukan .
“ Saya melihat selama ini sebelum diberlakukan PSBB, sudah ada larangan dari pemerintah untuk semua warung tutup. In jelas sangat merugikan masyarakat ditengah pandemic Covid-19,”ungkapnya.
Politisi asal Partai Nasdem ini mengatakan jika dihentikan aktifitas warung tersebut, tentunya perekonomian rakyat akan semakin terpuruk.
“ Boleh buka tapi harus diterapkan sesuai himbauan pemerintah, missal pakai masker, sosial distancing (jaga jarak) maupun cuci tangan,” sambung pria asal Ponorogo ini.
Lebih lanjut dikatakan Mirza bahwa perlu ada tindakan dari pihak berwajib atau pihak Pemkot/ Pemkab yang berlakukan PSBB jika ditemukan ada kerumunan warga yang disinyalir bisa terjadi sebaran Covid-19.
“Kalau warungnya sudah menerapkan anjuran pemerintah itu, tak perlu ditutup. Baru kalau ada kerumunan dilakukan tindakan pembubaran dengan cara persuasive,” pungkasnya ( rofik)











