SURABAYA I BIDIK.NEWS – Antisipasi agar produksi garam di Jawa Timur tidak merosot dalam menghadapi musim ekstrim. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur (DKP Jatim) memberikan pendampingan dan permodalan bagi petani garam supaya tetap eksis dan tidak kolep.
Di temui di ruang kerjanya Kepala DKP Jatim Dr.Muhamad Isa Anshori ATD.MT menyampaikan pihaknya berusaha agar produksi garam tetap meningkat dengan memberikan bantuan hibah peralatan produksi dan bio membran. Penggunaan bio membran selain juga mempercepat proses panen juga meningkatkan kualitas panen.
“DKP Jatim sering memberikan pelatihan, bimtek dan bimbingan kepada petani garam Jawa Timur terkait tekhnologis perkembangan bidang garam sehingga kedepan harapannya garam lebih bergairah khususnya produksi dan kualitas garam,” terang Dr. M. Isa Anshori pada jumat ( 9/12/2022).
Kemudian selain teknis, DKP Jatim memberikan vasilitasi kepada pihak perbankan seperti Bank UMKM, BRI,Bank Jatim untuk bisa memfasilitasi terkait pembiayaan bagi petani garam sehingga bisa mandiri.
“Biasanya Garam umurnya hanya 10 hari kadang sudah panen dan itu mengurangi kualitas. Karena mungkin petani garam di desak oleh kebutuhan. Oleh karena itu DKP Jatim mencoba memberikan kajian pendampingan di bidang perbankkan,” terangnya.
Selanjutnya soal standarisasi garam dan sertifikasi garam serta versifikasi garam akan di optimalkan, setelah pasca pendemi ini DKP Jatim akan meruning karena banyak sekala ekonomi mengalami stagnan, tetapi pasca pandemi ini kita berharap garam di Jatim tetap menggeliat lebih kuat dan lebih cepat.
“DKP Jatim akan terus memberikan pendampingan dan permodalan kepada petani garam karena potensinya sangat besar khususnya di Pulau Madura. Petani Garam akan di berikan Modal dengan kridit lunak dan tidak ruwet persyaratannya,” ucapnya.
Selain memberi modal lunak dengan persyaratan gampang, hal ini dilakukan untuk memutus rantai pinjaman petani garam dengan bank Titil atau rentenir. Diakui Isa Anshori bahwa banyak petani garam ini terbentur oleh permodalan.
“Saya minta pihak perbankkan melakukan jemput bola dengan menawarkan pinjaman modal yang gampang dan lunak. Jangan menunggu mereka datang,” jelasnya.
Kemudian Pemerintah provinsi Jawa Timur memberikan hibah bio membran, bantuan juga seperti peralatan produksi garam berupa grobak sorong, mesin pompa air, selang kisat, selang tuat, rumah kanel dan semua itu di berikan dengan cuma – cuma.
“Semua produksi perikanan dan kelautan seperti alat pembudi daya ikan kita juga berikan bantuan hibah agar mereka lebih mandiri ” pungkasnya. ( rofik)











