Teks foto : H. M. Nasih Aschal Anggota Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur
SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur H. M. Nasih Aschal ,S. Pd meminta agar Pemerintah mengkaji ulang kebijakan mengenai garam impor,
Pasalnya jika kebijakan impor garam tersebut diteruskan, maka akan merugikan petani garam di Madura yang saat ini hampir memasuki panen raya.
“Jadi Pemerintah belum melibatkan produksi dalam negeri sehingga garam rakyat harganya anjlok,” kata Nasih saat di temui di ruang kerjanya, Kamis ( 22/4).
Dikatakan pria muda yang akrab disapa Ra Nasih ini bahwa harga garam produksi lokal anjlok karena pandemi covid 19.
” Saya berharap ada regulasi dan terobosan dari Pemerintah untuk membela petani garam yang masih terdampak pandemi covid -19 , ” terangnya.
Anggota Komisi C DPRD Jatim juga berharap agar pemerintah memperhatikan nasib rakyat kecil tidak berpihak kepada kaum kapitalis.
“Kalau impor betul betul ada keberpihakan. Dan jika Pemerintah betul- betul berpihak paham kapitalis saya tidak tahu lagi,” tambahnya.
Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura tersebut khawatir, bahwa impor garam akan bocor dan harganya nanti mempengaruhi harga garam lokal yang ada di pasaran.
Karena itu, masyarakat diminta untuk segera melakukan pengawalan dan mengawasi alur distribusi garam impor, yang sebenarnya hanya untuk kebutuhan konsumsi pabrik.
“Jangan sampai ada kebocoran dan masyarakat terpukul karena mereka sudah merasakan dampak akibat pandemi Covid -19 yang terjadi hampir 2 tahun ,” pungkasnya.











