BIDIK NEWS | SURABAYA – Pemkot Surabaya dengan Walikotanya Tri Risma Harini yang dikenal sebagai Walikota terbaik dalam mengelola pemerintah daerah. Ternyata tidak menerima penghargaan Program Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantsan Korupsi Terintergrasi (RAD-PPKT). Padahal Walikota wanita ini dikenal banyak melakukan inovasi-inovasi dengan tehnologi IT, seperti e-Katalog, e- Budgeting dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Unit Layanan Pengada. Selain itu Risma yang dikenal sangat kooperatif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pencegahan korupsi , seperti melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) bersama Risma dan KPK keproyek Box Curvet di Sememi.
Namun dalam acara Rakor (Rapat kordinasi) dan penandatangan komitmen Anti korupsi serta penyerahan penghargaan RAD-PPKT tidak mendapatkan penghargaan satu pun. Pemberian penghargaan yang berlangsung di Gedung Grahadi Surabaya. Rabu (7/3) dihadiri Wakil Ketua KPK , Ketua DPRD Jatim, Kapolda Jatim, Kejaksaan Tinggi Jatim dan seluruh Bupati dan Walikota se- Jatim .
Untuk penghargaan RAD PPTK terbaik pertama diberikan langsung oleh Gubernur Jatim Soekarwo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Bondowoso dan Bupati Tuban.
Seperti diketahui Program RAD-PPKT merupakan upaya pencegahan korupsi yang dilakukan Pemprov Jatim bekerjasama dengan KPK .Diharapkan dengan program serta kegiatan yang dilakukan secara rutin ini , akan menjadikan Jawa Timur bersih dari prilaku korupsi. Mengingat Jawa Timur sendiri termasuk pemecah rekor terbanyak yang terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK. ( Zainul/Topan)
Teks : Tri Risma Harini. (foto:ist)











