BIDIK NEWS | SURABAYA — Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim memastikan stok beras di Jatim aman hingga akhir 2018. Hasyim menjelaskan, saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog Jatim sekitar 560 ribu ton. Sementara penyaluran perbulannya hanya sekitar 20 ribu ton.
“Kalau stok di Jatim sekarang saat ini ada sekitar 560 ribu ton. Itu sangat aman, karena penyaluran di Jatim saat ini kan hanya 20 ribu per bulan, kadang juga di bawah itu,” kata Hasyim belum lama ini.
Karena itu, stok yang ada saat ini sangat mampu memenuhi kebutuhan beras di Jatim hingga akhir 2018. Bahkan, meskipun Bulog Jatim menjadi penyuplai beras bagi daerah-daerah lainnya.
Tapi diakui Hasyim, adanya penurunan serapan beras dari petani, mengingat adanya musim kemarau yang berkepanjangan. Menurutnya, penurunan serapan per harinya bisa turun sampai 50 persen, bahkan lebih.
“Kalau saat kemarau ini memang ada penurunan serapan. Kalau biasanya kami dapat sekitar 2000 ton per hari. Kalau saat kemarau seperti ini cuma 1000 ton per hari, bahkan kadang di bawah itu,” ujar Hasyim.
Hasyim melanjutkan, penurunan penyerapan terjadi tidak saja karena berkurangnya hasil panen petani. Tetapi juga karena bulog tetap mengutamakan kualitas. Artinya, sekalipun jumlahnya di petani banyak, kalau kualitas kurang bagus, tetap tidak bisa diserap.
“Tapi kan sebenarnya yang banyak mempengaruhi pemasukan beras di Bulog itu adalah harga dan kualitas barang. Jadi artinya, kalau kualitasnya kurang cocok, kan sulit masuk ke Bulog itu. Sekalipun barangnya ada, kalau kualitasnya gak pas ya kan gak masuk,” pungkas Hasyim. (hari)











