BIDIK NEWS | SIDOARJO – Stok beras yang disimpan di gudang Bulog Divre Jatim sebanyak 260 ribu ton cukup hingga sepuluh bulan kedepan. Sehingga masih aman menjelang Idul Fitri 2018.
Kepala Bulog Divre Jatim, Mohammad Hasyim mengatakan, salah satu cara agar stok beras tidak menumpuk, yakni seperti memasok kebutuhan beras untuk wilayah luar Jatim.
“Kami memasok kebutuhan beras untuk wilayah luar Jatim seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, Ambon, Sulawesi Tenggara. Serta sebagian beras yang ada di gudang, kami juga dikirimkan ke Sumatera,” katanya saat menerima kunjungan rombongan Komisi IV DPR RI di gudang Bulog Subdivre Surabaya Utara di Buduran, Sidoarjo, Jatim, Kamis (31/5).
Ia menambahkan, selain memindahkan stok beras, upaya lainnya yang dilakukan Bulog untuk menjaga kualitas beras adalah dengan cara melakuan fumigasi yang dilakukan rutin setiap pekan sampai 3 bulanan.
“Idealnya beras memang harus diganti setiap 3 bulan sekali, karena kalau tidak diganti, maka kualitasnya akan turun. Karena itu, upaya-upaya tersebut kami lakukan agar stok beras ini masih dalam kondisi yang bagus dan siap untuk digunakan,” ujarnya.
Hasyim juga mengakui, banyak stok beras yang disimpan oleh Bulog, karena masa waktu panen dari para petani itu hanya terjadi pada bulan-bulan tertentu saja, sehingga harus diserap oleh Bulog.
“Saat ini penyerapan beras bulog sudah mencapai 33 persen atau sekitar 232 ribu setara beras dari target setahun mencapai 697 ribu ton,” ujarnya.
Pihaknya juga terus mengoptimalkan keberadaan rumah pangan kita (RPK) sebagai upaya untuk menyalurkan beras di masyarakat. “Target kami akan ada sebanyak 25 ribu RPK yang ada di Jatim dari yang audah ada saat ini sebesar 5.200 RPK,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Oo Sutisna mengaku apa yang sudah dilakukan Bulog Jatim ini sudah bagus dan sesuai dengan peruntukannya. “Saat ini sudah cukup tersedia, dan sudah bagus,” pungkasnya. (hari)











