SURABAYA | bidik.news – Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya 3menggelar Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) IX secara daring,
dengan tema “Synergizing Economic Innovation, Smart Technology, and Language Literacy to Develop Globally Competitive Talent Towards Golden Indonesia in 2045.”
Kegiatan tahunan ini menjadi wadah akademik untuk mempertemukan para peneliti, akademisi, praktisi industri, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Melalui forum ini, Uwika komit dalam mengintegrasikan inovasi ekonomi, teknologi cerdas, dan literasi bahasa membangun SDM unggul.
Rektor Uwika, Ong Peter Leonardo, BA., M.Ed. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung gelaran SNITER IX. Ia
menekankan bahwa tema tahun ini sangat relevan dengan arah pembangunan nasional.
“Tiga pilar utama: inovasi ekonomi, teknologi cerdas, dan literasi bahasa harus bersinergi. Inovasi tanpa teknologi akan lambat, dan teknologi tanpa literasi bahasa akan terisolasi. Sinergi ketiganya akan melahirkan talenta global yang kompetitif dan berdaya saing,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).
Tiga pembicara utama hadir memberi perspektif lintas bidang. Dr. Melvie
Paramitha, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Uwika yang menyoroti pentingnya sinergi antar bidang ilmu dalam mendorong transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
Isaac Nugraha Munandar, CEO Maxy Academy, membahas “Pemanfaatan AI dan Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Penjualan UMKM” dengan menekankan
penggunaan alat seperti ChatGPT, Canva, dan Notion untuk efisiensi promosi.
Sementara Elis Fajariyati, S.Pd., M.A., Community Coordinator Wikimedia
Indonesia, menekankan pentingnya literasi digital dan partisipasi masyarakat dalam gerakan pengetahuan terbuka.
SNITER IX juga didukung oleh PT. Integrasia Informasi Solusi dan Fuhua
Education Indonesia, yang berperan sebagai sponsor kegiatan. Kedua mitra ini menunjukkan dukungan nyata dunia industri terhadap penguatan kolaborasi riset dan pendidikan.
Melalui SNITER IX, Uwika berharap terlahir ide, inovasi, dan publikasi ilmiah yang mampu mendorong transformasi ekonomi berbasis teknologi serta memperkuat literasi bahasa menuju Indonesia Emas 2045.











