KOTA BATU I bidik.news – Sadar pentingnya dengan kebersihan dilingkungan Pasar Induk Among Tani Batu.Ratusan pedagang pasar pagi kompak melakukan bersih – bersih, Rabu (11/9/2024).
Itu dilakukan merupakan bentuk dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar, dimana setiap harinya untuk mengais rezeki untuk berjualan.
Mereka bersatu bukan kali pertama aksi tersebut dilakukan, dan ini merupakan agenda rutin tiap bulan sekali.
Menurut Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pasar Pagi Kota Batu,Sutrisno ini bukan hanya sekadar aksi rutin,melainkan sebuah gerakan solidaritas, tanpa batas bersama warga pedagang Pasar Pagi.
“Aksi semacam ini kerap dilakukan, kali ini kita mencoba menyatukan seluruh anggota untuk berpartisipasi secara massal.Ini kan area kita,tetap kita jaga.” Kata, Sutrisno usai bersih – bersih, Rabu (11/9/2024).
Kegiatan ini kata dia,menunjukkan kesadaran bersama bahwa kebersihan pasar bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan semua pihak yang berkepentingan andil bertanggung jawad.
“Lebih dari 100 pedagang yang berpartisipasi, sistem rotasi dibentuk untuk memastikan setiap kelompok mendapat giliran berkontribusi.
Namun,kebersihan bukan satu-satunya fokus. Para pedagang juga mengungkapkan kebutuhan akan fasilitas kebersihan yang lebih baik, seperti penyemprotan untuk mengatasi masalah gorong-gorong yang tersumbat dan bau,” ungkapnya.
Demikian ungkap dia,pihaknya akan minta penyemprotan dari tanki itu pada dinas terkait.Meski begitu Sutrisno mengaku tantangan terbesar yang dihadapi para pedagang bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga ketahanan dan solidaritas kelompok di tengah kondisi yang kurang mendukung, termasuk penurunan omset dan kebutuhan akan infrastruktur yang memadai, seperti tenda untuk musim hujan.
“Harapan pedagang pada pemerintah minta itu tenda.Dukungan pemerintah sangat diharapkan dalam mengatasi masalah-masalah ini,” ujarnya.
Lantas ia berujar meski dihadapkan berbagai tantangan, menurut dia, semangat untuk bertahan dan mempertahankan eksistensi pasar pagi tetap kuat,dan kompak.
“Dari total pedagang seribu lebih,sejarah pedagang aktif mencapai sekitar 900-an, pasar pagi ini menjadi bukti nyata dari kekuatan gotong royong dan solidaritas di tengah masyarakat tetap semangat,”tegasnya.
Kembali pada kerja bakti bersih – bersih lingkungan pasar, menurutnya bukan hanya tentang menjaga kebersihan, melainkan juga tentang membangun komunitas yang kuat dan mandiri, yang mampu mengatasi tantangan bersama – sama.
“Ini merupakan lika likunya para pedagang pasar pagi,dalam naungan KSM, berjuang untuk kesejahteraan bersama, menunjukkan dengan kebersamaan dan kerja keras mereka adalah kunci dalam menghadapi setiap rintangan,” lanjutnya.
Ia berharap kekompakan dan kerukunan warga pedagang pasar pagi terjaga dengan baik,dengan kebersamaan menurutnya tak bakal mudah cerai berai.
“Tidak takut patah, karena tau cara pulihnya, dan tidak takut kecewa karena sudah tau cara mengatasinya, pedagang yang sudah pernah melewati badai tidak akan jatuh jika hanya diterpa gerimis,” tutupnya.(Gus)











