BATU I bidik.news – Tumpukan sampah tercecer di area Pasar Induk Among Tani Batu mengeluarkan bau busuk mengusik kenyamanan pengunjung dan para pedagang.
“Begini wajah Pasar Induk kebanggaan masyarakat Kota Batu.Dibangun dengan anggaran ratusan miliar bersumber dari pemerintah pusat, tinggal menjaga dan merawat saja terkesan tak mampu,” kata Pujo salahsatu pedagang di area Pasar Induk Among Tani Batu, Minggu (8/9/2024).
Gunungan sampah tersebut menurutnya bakal jadi ancaman serius tidak nyaman pengunjung maupun para pedagang.
Diperkuat dengan penjelasan Abah Tohadi pemilik gerai pakaian berlokasi di area gunungan sampah tersebut. Ia menyebut tumpukan sampah dimaksud sekitar satu bulan hanya dibolak balik tidak segera diangkut atau dipindah.
“Sekitar satu bulan lebih,hanya dibolak balik sampah – sampah itu,dan tidak segera diangkut.Tiap hari mengeluarkan bau busuk dan lalat – lalat beterbangan menghinggapi pakaian dagangan kami di toko ini,” katanya.
Itu kata dia,bangunan pasarnya baik dan amat bagus,namun sampah – sampah tersebut dibiarkan menumpuk tak kunjung diangkut.
Baca Juga: Pj Wali Kota Batu Buka “LOKALISME 2024” di Pasar Induk Among Tani Batu
“Sampai kapan sampah – sampah ini dibiarkan begitu saja,dan tidak segera ada tindakan dari pihak terkait.
Beginilah kondisi Pasar Agung Kota Batu diwarnai dengan tumpukan sampah yang tercecer mengeluarkan aroma busuk,” seru dia.
Untuk diketahui bau busuk sampah dimaksud cukup menyengat tercium ketika mendatangi Pasar Induk Among Tani Batu, diarea zona dua dan zona pakaian bagian Barat. Sampah tersebut nampak tertumpuk hingga membentuk gunung di TPS3R.
Tak hanya itu,bau busuk sampah itu menyengat menyeruak hingga ke kediamannya warga yang berada di belakang Pasar Induk Among Tani.
Sementara berdasarkan informasi dari Santi salahsatu pedagang disitu, kerap melihat, petugas kebersihan hanya membungkus sampah itu ke kantong besar berwarna hitam. Kemudian ditumpuk lagi di tempat yang sama.
“Sampahnya hanya diwadahi dan ditumpuk lagi.Kalau diprotes dan viral baru diangkut.Kalau kami diam saja, ya dibiarkan seperti ini,” ujarnya.
Olehkarena itu, pihaknya dan sejumlah pedagang yang lain, mengeluh keberadaan tumpukan sampah
yang dibiarkan begitu saja lebih dari satu bulan lamanya.
“Sampah tidak diambil ataupun diolah petugas kebersihan pasar. Saya pedagang di zona dua Pasar Induk Among Tani. Setiap hari kami di suguhi bau busuk sampah yang sangat menyengat. Saat tanya ke pengelolaan pasar mereka seolah lepas tangan dan tidak mau tahu,” tutupnya.(Gus)











