PASURUAN I bidik.news -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sebagai Rumah Sakit (RS) kelas B dengan kapasitas 452 tempat tidur, RSUD memiliki beragam layanan kesehatan baik untuk pasien rawat jalan, rawat inap, maupun layanan pendukung di luar layanan medis.
Untuk rawat inap, layanan yang ada di RSUD Bangil antara lain IGD (instalasi gawat darurat) , rawat inap, perinatologi, kamar operasi, rawat intensif, laboratorium, radiologi, rehabilitasi medik, layanan farmasi, layanan gizi, bank darah, rekam medik, pengelolaan limbah, administrasi dan manajemen, ambulance, pemulasaraan jenazah, pemeliharaan sarpras Rs, CSSD dan binatu, serta PPI.
Sedangkan untuk rawat jalan, RSUD Bangil memiliki 33 klinik dari mulai klinik umum hingga spesialis yang cukup lengkap, serta layanan kemoterapi.
Berbagai layanan tersebut didukung oleh jumlah pegawai yang mencapai 1.190 orang. Khusus untuk tenaga dokter, RSUD Bangil saat ini memiliki 28 orang dokter umum dan 2 dokter gigi, 63 dokter spesialis dan 8 dokter subspesialis. Dengan layanan medis yang lengkap, tak salah jika RSUD Bangil banyak menjadi rujukan bagi RS lain yang ada di Pasuruan maupun daerah lain di sekitarnya.
Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Rabu (22/05/2024) siang. Dia menjelaskan sederet inovasi ini sebagai bentuk kepedulian RSUD Bangil terhadap pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
Lebih lanjut Arma menjelaskan untuk inovasi layanan khususnya yang terkait pelanggan, RSUD Bangil telah melakukan sejumlah inovasi atau langkah terobosan.
Diantaranya,RSUD Bangil dalam menentukan strategi pengembangan layanan baru atau penambahan kapasitas pelayanan yang didukung oleh pengadaan alat canggih dari APBD selalu berbasis data. Misalnya data angka kunjungan, angka kematian, dan kasus terbanyak yang terjadi di masyarakat.
“Kita dalam mengembangkan layanan baru tidak sekadar ikut tren, tapi didasari oleh kebutuhan layanan yang berbasis pada data,” ujar Arma.
Terbaru, RSUD Bangil mendapat SK dari Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan untuk pengampuan sembilan penyakit penyebab kematian tertinggi di Pasuruan.
Sembilan penyakit tersebut diantaranya kanker, jantung, neurologi, urologi atau gagal ginjal, dan struk.
Ini semua berbasis data. Ini yg kita kembangkan,” imbuhnya.
Selain itu, RSUD Bangil juga memiliki strategi pemasaran dengan memanfaatkan utilitas SDM dan layanan kesehatan melalui inovasi Prolimas atau Program Peduli Masyarakat. Strategi ini berhasil meningkatkan angka kunjungan masyarakat ke RSUD Bangil yang sebelumnya menurun karena dampak pandemi Covid-19.
“Dalam Prolimas ini, kami memanfaatkan SDM kami yang sangat banyak sebagai networking di wilayahnya,” kata Arma.
Inovasi ini untuk membantu masyarakat mengakses RSUD Bangil dan bisa menetralisir ketakutan-ketakutan akan dicovidkan. Dengan adanya Prolimas, kunjungan ke RSUD Bangil kita bisa ditingkatkan.
Inovasi lainnya terkait pelanggan adalah melibatkan komunitas masyarakat, misalnya adalah Komunitas Penderita HIV dan sebagai nya. Tak hanya itu, RSUD Bangil juga memiliki inovasi untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan dengan added value melalui program Jelita Siaga. Inovasi ini menyiapkan call center di RS yang bisa dihubungi 24 jam oleh para bidan yang sedang menolong ibu bersalin atau bayi baru lahir yang mengalami komplikasi.
“jadi bidan tidak perlu panik karena mereka bisa menghubungi rumah sakit kapan saja. Disini petugas telah siap dalam segala pelayanan,” pungkas wanita berjilbab ini. (rusdi)











