PASURUAN I bidik.news – Inovasi Duta Prolimas merupakan Program Peduli Masyarakat secara langsung untuk mewujudkan angka kunjungan semakin bertambah karena saat Post Covid angka kunjungan di RSUD Bangil menurun.
Saat itu masyarakat takut di ’COVID’ kan karena RSUD Bangil adalah rumah sakit rujukan COVID 19 dengan prosedur skrining saat menerima pasien IGD. Masyarakat memiliki anggapan tidak diperkenankan berobat langsung ke Rumah Sakit Kelas B, tetapi harus ke Rumah Sakit Kelas D atau Kelas C terlebih dahulu walaupun kasus gawat darurat. Masyarakat takut tidak dilayani dengan baik karena ada sebagian masyarakat yang menganggap RSUD Bangil belum memiliki kemampuan pelayanan yang canggih dan servis yang kurang memuaskan. Ketakutan pembiayaan rumah sakit yang mahal terutama jika tidak memiliki jaminan kesehatan.
Ada sebagian masyarakat yang belum peduli terhadap kesehatannya sehingga tidak segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan saat sakit. Maka, untuk membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik, RSUD Bangil lebih agresif dalam promosi pelayanan kesehatan juga pemasaram Rumah Sakit melalui Duta Prolimas.
“Konsep Duta Prolimas petugas RSUD Bangil mendampingi masyarakat secara langsung untuk mengakses layanan Kesehatan di RSUD Bangil,” jelas M Hayat Humas RSUD Bangil.
Hayat menambahkan program ini membantu menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Bangil, maka harus ada orang yang dekat di lingkungan rumah yang memahami pelayanan RSUD Bangil dan dapat memberikan pemahaman.
Perlu diketahui RSUD Bangil memerlukan jejaring yang luas di wilayah Kabupaten Pasuruan, dengan memberdayakan pegawai RSUD Bangil sendiri yang berjumlah 1100 orang untuk menjangkau masyarakat di sekitar rumah masing-masing pegawai.
Untuk itu dalam menjalankan salah satu fungsi rumah sakit dalam hal pengabdian masyarakat, harus dibentuk karakter kepedulian seluruh pegawai rumah sakit terhadap masyarakat di lingkungannya. Pemanfaatan rumah sakit dapat ditingkatkan melalui customer loyalty yang dapat diwujudkan dengan kepedulian petugas dengan mendampingi pasien mulai mendapatkan akses sampai pasien dinyatakan sembuh melalui program CRM (Customer Relationship Management).
“Jadi perluasan jejaring pemasaran ke RT, RW, Desa dan Kecamatan dapat dilakukan lebih cepat dengan menggerakkan seluruh pegawai. Menggunakan aplikasi Panic Button Emergency RSUD Bangil,” imbuh Hayat.
Maka untuk memudahkan pegawai membantu masyarakat mengakses RSUD Bangil lebih cepat. Kepedulian pegawai RSUD Bangil melalui kegiatan Duta Prolimas masuk dalam indikator penilaian kinerja dan reward berbasis kinerja yang memberikan motivasi seluruh pegawai.
Demi mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu RSUD Bangil juga menciptakan inovasi ELADALAH (Edukasi, Layanan Ingatkan Kontrol, Daring Masalah Kesehatan Sebelum Kontrol, Layanan Bantu Daftar Kontrol, dan Hotline Untuk Keadaan Emergency). Di masyarakat, masih banyak ditemukan kasus pasien pasca rawat inap yang menunda jadwal kontrol, bahkan ada yang sudah tidak mau kontrol lagi. Kondisi ini semakin parah saat pandemi Covid-19, pasien takut dan enggan kontrol sehingga proses perbaikan kondisi atau penyembuhan pasien semakin lama.
“Adanya program Duta Prolimas inilah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat semakin membaik,” ujar Hayat yang dekat dengan awak media. (rusdi)











