SURABAYA l bidik.news — Rencana PT PAL Indonesia untuk membangun dermaga galangan kapal di Kabupaten Lamongan dalam program PAL 2027 mendapatkan dukungan penuh dari DPRD Jawa Timur.
Anggota DPRD Jatim, Samwil, menilai bahwa pemilihan wilayah Lamongan sebagai lokasi pembangunan merupakan langkah yang sangat tepat. Menurutnya, letak geografis Lamongan yang memiliki laut dalam sangat mendukung untuk berbagai tipe dermaga kapal.
”Ya bagus kan, kalau PAL itu mau buat di Lamongan. Apalagi Lamongan itu lautnya dalam, jadi banyak tipe dermaga yang bisa dibuat di sana,” ujar politisi Demokrat ini saat ditemui, Jumat (30/10/2026).
Pria asal Bawean Gresik ino menjelaskan berbagai jenis fasilitas sandar kapal dapat diterapkan di kawasan tersebut, mulai dari galangan kapal yang menggunakan rel, sistem pintu buka-tutup, hingga floating dock (dermaga apung) yang dinilai sangat cocok dengan kondisi alam Lamongan.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar proses pembangunan ini diiringi dengan pembuatan infrastruktur pelindung pantai atau penangkal ombak terlebih dahulu.
Selain aspek teknis kelautan, Samwil juga menyoroti pentingnya perencanaan sosial dalam proyek jangka panjang ini. Ia berharap program pembebasan lahan dapat dilakukan secara cermat agar tidak memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, bagi dia poin penting lainnya yang disoroti adalah perihal penyerapan tenaga kerja.
”Harapan saya, program PT PAL itu segera saja diadakan pembebasan lahan, jangan sampai menimbulkan pro dan kontra. Dan juga tenaga kerja buruhnya, tenaga kerja yang tidak memerlukan keahlian, hendaknya persentasenya lebih dibesarkan ke orang-orang lokal di situ sebagai pekerjaan,” tegasnya.
Dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru di sektor galangan kapal ini, Samwil berharap para nelayan tradisional yang sebelumnya menggunakan mini trawl dapat perlahan beralih profesi untuk bekerja di fasilitas PAL tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Samwil mengungkapkan bahwa wacana besar ini sebenarnya sudah dirintis sejak lebih dari 10 tahun yang lalu.
Pembangunan Jembatan Suramadu, menurutnya pada tahap awal dulu merupakan bagian dari strategi jangka panjang agar penyeberangan kapal di kawasan tersebut tidak mengganggu aktivitas militer TNI AL.
Sebagai tindak lanjut dari rencana besar tersebut, fasilitas dermaga kapal yang berada di kawasan Tanjung Perak nantinya juga harus bergeser. “Hal ini mengingat lokasi tersebut dinilai sangat strategis dan vital bagi kepentingan pertahanan TNI Angkatan Laut,”tutupnya.
Industri galangan kapal di Indonesia tengah menghadapi kondisi lesu. Dari sekitar 300 galangan kapal yang tersebar di berbagai daerah, kurang dari 10 persen yang masih beroperasi secara aktif. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menugaskan PT PAL Indonesia sebagai konsolidator nasional untuk merevitalisasi dan mengoptimalkan kembali kapasitas galangan kapal di dalam negeri.
Sebagai bagian dari penugasan tersebut, BUMN sektor maritim itu mulai mengembangkan fasilitas galangan kapal baru di kawasan pesisir Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. ( Rofik )











