SURABAYA l bidik.news – Memaknai momentum dan semangat Sumpah Pemuda, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Timur Bima Rafsanjani Rafid, menyerukan kepada seluruh generasi muda untuk terus berkarya, bergotong royong, dan mengambil peran aktif dalam membangun bangsa menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
Pesan kebangsaan tersebut secara khusus ditujukan Bima kepada Generasi Z, Milenial, dan Generasi Alpha.
Politisi Gerindra asal Banyuwangi mengingatkan bahwa usia kemerdekaan Indonesia yang kini hampir menginjak 82 tahun membutuhkan kontribusi nyata dari para pemuda, yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa sebagai generasi emas pada tahun 2045 mendatang.
Terkait dinamika penyampaian aspirasi publik, tokoh muda Partai Gerindra ini menyoroti pentingnya objektivitas anak muda. Ia berharap generasi muda dapat mengedepankan nalar yang objektif saat mengambil tindakan maupun saat memberikan kritik kepada pemerintah.
“Saya ingin anak muda bisa lebih objektif lagi. Kalaupun mengkritik, sampaikanlah kritik yang membangun, bukan memprovokasi atau sekadar kritik yang tidak membangun. Dengan begitu, ke depannya kita bisa bersama-sama membuat bangsa ini menjadi lebih baik,” ujar Bima yang duduk di komisi D DPRD Jatim pada Jumat ( 30/10/2026 ).
Lebih lanjut, ia mengutip pepatah kuno tentang pentingnya menjaga persaudaraan, yakni “Seribu teman itu sedikit, satu musuh itu terlalu banyak”. Menurutnya, sebagai bangsa yang besar dan majemuk, seluruh elemen masyarakat Indonesia harus tetap bersatu di tengah berbagai perbedaan yang ada.
Bima juga mengajak para pemuda untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan di atas pengorbanan air mata dan darah para pahlawan.
Sejarah mencatat bahwa pada era Sumpah Pemuda, Indonesia berhasil dipersatukan oleh para pemudanya. Semangat persatuan inilah yang harus terus direplikasi oleh pemuda masa kini agar republik ini tetap berjalan di arah yang benar.
Menutup pernyataannya, Bima asal Dapil Banyuwangi ,Situbondo dan Bondowoso ini kembali mendorong lahirnya daya kritis anak muda yang positif. Ia meyakini bahwa sikap kritis yang membangun akan bermuara pada inovasi untuk kesejahteraan bersama.
“Saya harap anak-anak muda bisa lebih kritis lagi, namun kritis yang membangun. Dari pikiran-pikiran kritis yang positif inilah nantinya akan muncul ide, gagasan baru, serta mendorong kebijakan-kebijakan yang dapat lebih menyejahterakan masyarakat,” pungkas Bima . ( Rofik )











