SURABAYA l bidik.news – Ketua Badan Kehormatan ( BK ) DPRD Jawa Timur H.Makin Abbas Mengatakan Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, sebanyak 15 kecamatan dengan puluhan desa di Lamongan berpotensi mengalami kekeringan dan krisis air bersih akibat puncak musim kemarau.
Anggota komisi D DPRD Jatim meminta Pemerintah Kabupaten Lamongan dan pemerintah Provinsi Jawa Timur secara aktif menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak.
Hingga kini sekitar 15 kecamatan yang ada di kabupaten Lamongan Terdampak dalam pemetaan daerah potensi kekeringan.
Adapun Penyebab utamanya adalah Penurunan curah hujan drastis dan suhu panas ekstrem yang menandai puncak musim kemarau.
” Saya minta Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan Pro aktif turun tangan atasi kekeringan dan minimnya air bersih , ” ucap Abah Makin yang maju Dapil Lamongan dan Gresik ini pada Jumat ( 14/8/2026 ).
Karena dampak langsung dari cuaca ekstrim musim kemarau ini , sejumlah warga mengalami krisis air bersih dan penurunan debit air waduk untuk kebutuhan harian maupun pertanian.
Politisi senior asal PKB ini menyebukan Penanganan Pemerintah melalui Distribusi air BPBD di Lamongan harus rutin mengirimkan pasokan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.
Selain itu Pemerintah melalui Dinas pertanian terkait , harus melakukan survei lahan pertanian dan menyiapkan langkah penyesuaian iklim bagi area pertanian yang ada dilamongan tidak terancam gagal panen.
” Saya juga minta Pemprov Jatim harus perbanyak bangun embung agar ketika musim kemarau ekstrim seperti saat ini bisa menyetok air sehingga terhindar dari kekeringan ” , pungkas Anggota Komisi D asal Fraksi PKB ini. ( Rofik )











