SURABAYA|BIDIK NEWS – Perkembangan kasus penyidikan sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Surabaya, polisi kembali menciduk dua anggota komplotan. Yakni, Matruji (44) asal Bangkalan dan M Mahfud (32) asal Sampang.
” Mahfud dan Matruji ini juga kami tetapkan sebagai tersangka dengan pasal pertolongan jahat untuk membantu melancarkan kejahatan dalam 480 pasalnya,” Ujar Kasubdit Jatanras, Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Leonard M Sinambella, Selasa (9/7).
Leonard menambahkan, keduanya berperan membantu menyediakan garasi yang mereka sewa dipakai tempat penyimpanan barang hasil kejahatan oleh Mahmudan alias Geprek (39).; Geprek adalah aktor utama sindikat pencurian, yang telah tewas di tangan polisi.
Bukan hanya menangkap dua pelaku lain, polisi juga menemukan fakta baru terkait peran serta para tersangka. Di antaranya, bernama Ahmad Yonis (21), pemuda asal Gresik yang pahanya ditembak polisi saat upaya penangkapan bersama Geprek di Purwosari, Pasuruan, Minggu (7/7/2019) sore.
Ahmad Yonis bertugas menutup bodi mobil hasil kejahatan mereka. Tujuannya, untuk menyamarkan kendaraan tersebut, sehingga tidak dikenali sebagai barang curian, sebelum nantinya dijual.
Seorang perempuan, Nita Yuan Lifung (19) asal Surabaya juga turut diamankan dalam pengungkapan kasus ini ditetapkan sebagai saksi.
“Seorang wanita ini hanya sebatas diajak oleh pacarnya, dari Leonard Kurniawan,” Katanya.
Selanjutnya, Leonardo Kurniawan (23) dan rekannya Dedi Setiawan (24) warga Gresik. Justru ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai penadah.
Tak berhenti pada kelima tersangka. Pihak Jatanras Polda Jatim menegaskan, akan terus memburu pelaku lain yang kini masih berkeliaran di tengah-tengah masyarakat.
“Dari hasil penyidikan masih ada pelaku lainya dan mereka akan kami buru,” Tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Tim Jatanras Polda Jatim berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor asal Surabaya, yang biasa beraksi di wilayah Gresik dan sekitarnya.
Empat orang diamankan dalam pengungkapan ini. Sementara satu pelaku lain tewas diterjang peluru anggota polisi karena melawan dan berusaha kabur saat hendak ditangkap. (Riz)










