BIDIK NEWS | SURABAYA – M Solikin (32) warga kota Malang dan M Imron alias Baron (36) warga Pasuruan ditangkap Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil menangkap dua pelaku spesialis curanmor dan curat di lintas wilayah Jawa Timur.
Dari catatan kepolisian spesialis curanmor dan curat ini berjumlah en orang empat diantaranya masuk dalam
daftar pencarian orang (DPO) petugas kepolisian. Yakni, M (36), J (45), A (30) dan AMBN (40).
barang bukti dari tersangka M Solikin antara lain, satu unit sepeda motor Jupiter warna hitam, enam buah ponsel berbagai jenis, satu set kunci T, satu buah STNK, dan satu buah tas warna hitam.
Sedangkan Barang bukti yang diamankan dari tersangka Imron antara lain, satu unit mobil Suzuki Vitara warna hijau, satu unit mobil Toyota Kijang, satu unit mobil Daihatsu Ayla, satu unit sepeda motor Yamah, satu unit sepeda motor Yamaha Vega.
Barang bukti lainnya adalah empat unit HP berbagai merk milik pelaku, tiga buah BPKB kendaraan bermotor, lima buah plat nomor kendaraan bermotor, tiga buah kunci L yang sudah dimodifikasi untuk kejahatan, satu buah kunci T, tiga buah anak kunci T, tiga tas slempang warna hitam.
Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, dua pelaku tersebut pemain lama, bahkan mereka residivis dengan kasus yang sama.
“Mereka melalukan Kejahatan curanmor dan Curat sebanyak 12 kali di wilayah Jawa Timur,” Ujar Kombes Pol Barung Mangera, Senin (9/10).
Wadireskrimum, AKBP Juda Nusa Putra menjelaskan, dua orang ini pelaku sekaligus penadah. Komplotan mereka berjumlah 6 orang dan empat lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Dari hasil kejahatan yang diperoleh dijual ke Mohamad Imron. Dia pemain juga sekaligus penadahnya,” Pungkas AkBP Juda Nusa Putra.
Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard M Sinambella memaparkan aksi komplotan spesialis curanmor dan curat ini kerap melakukan kejahatannya di wilayah.
“Mereka bagi tugas. Ada yang untuk eksekutor dalam hal ini mengambil dengan menggunakan kunci T, kemudian ada juga yang mengamati lingkungan sekitar,” Bebernya.
Leo menambahkan, komplotan ini beraksi setiap malam hari dengan target kendaraan yang diparkir di daerah sepi serta jauh dari pengawasan. Aksi juga selalu dilakukan bersama-sama menggunakan kendaraan roda empat. (Riz).











