SURABAYA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jatim memastikan dukungan untuk mantan wagub Jatim Saifullah Yusuf untuk di Pilwali kota Pasuruan yang akan digelar di bulan Desember 2020 mendatang.
Menurut Sekretaris Umum DPW PKS Jatim Lilik Hendarwati mengungkapkan salah satu alasan pihaknya memberikan dukungan terhadap pria yang akrab dipanggil Gus Ipul tersebut adalah seringnya komunikasi pihaknya dengan Gus Ipul.
“ Komunikasi PKS dengan Gus Ipul selama ini selalu lancar sekali sejak menjabat wakil gubernur Jatim hingga tak menjabat lagi. Karena sering komunikasi tersebut, kami kira Gus Ipul layak didukung di Pilwali Pasuruan,”ungkapnya di Surabaya, Jumat (28/8).
Di ungkapkan oleh Lilik, Gus Ipul sering bertandang kekantor DPW PKS Jatim untuk menjalin komunikasi untuk maju di Pilwali kota Pasuruan.” PKS dan Gus Ipul itu sangat akrab sekali sehingga PKS menjatuhkan pilihan untuk mendukungnya di pilwali Pasuruan,”jelasnya.
Ditambahkan Lilik, selain itu sering komunikasi dengan Gus Ipul, PKS menilai dalam survei di internal, nama Gus Ipul juga tinggi.”Gus Ipul asli Pasuruan sehingga masyarakat Pasuruan sangat mengenal Gus Ipul. Dan tentunya surveinya juga tinggi,”jelasnya.
Pihaknya optimis Gus Ipul akan memenangi pilwali Pasuruan karena majunya di pilwali Pasuruan juga mendapat dukungan ulama dan tokoh masyarakat di kota Pasuruan.
“ Dukungan terus mengalir dari ulama-ulama setempat dan elemen masyarakat. Jadi tak salah kami memberikan dukungan ke Gus Ipul di Pilwali Pasuruan untuk memenanginya,” paparnya.
Sementara itu, terkait pilkada serentak di 19 daerah di Jatim, PKS Jatim menargetkan kemenangan di 60 persen di Pilkada tersebut.”Kisaran 11 daerah dari 19 pilkada serentak,”jelasnya.
Untuk memenangkan dan memenuhi target tersebut, PKS di kabupaten atau kota sudah menggerakkan kader-kadernya untuk turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan calon yang direkomendasikan PKS di pilkada.
“ kader kami kerahkan turun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi ke masyarakat agar mengamankan calon kepala daerah yang kami siapkan. Kader PKS sudah teruji untuk memenangkan calon kepala daerah yang diusung dan didukung PKS,”jelasnya.
Sebelumnya, mantan wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (gus Ipul) berpasangan dengan Adi Wibowo disiapkan PKB dan Golkar untuk maju di Pilwali kota Pasuruan.
Sekedar diketahui, sosok Saifullah Yusuf merupakan mantan wakil gubernur Jatim selama sepuluh tahun lamanya. Dengan berpasangan dengan Soekarwo yang akrab dipanggil pakde Karwo, pria yang akrab dipanggil Gus Ipul tersebut sepuluh tahun mewarnai kancah politik Pilgub di Jatim. Sebelum maju di Pilgub Jatim bersama dengan pak de Karwo, di era kepemimpinan Presiden SBY, Gus Ipul mendapat kepercayaan sebagai Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT).
Namun, usai mendampingi Soekarwo, Gus Ipul mencoba peruntungannya di Pilgub tahun 2018 dengan menggandeng Puti Guruh Soekarno untuk melawan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.
Dengan mengusung Kabeh Sedulur Kabeh Makmur ternyata tak bisa mengimbangi dukungan masyarakat Jatim untuk pasangan Khofifah-Emil.
Usai gagal memenangi Pilgub Jatim, Gus Ipul tampaknya lebih konsentrasi di PB NU dan mengembangkan bisnis Pintu wisata Pintu Langit. Selang beberapa bulan lamanya, hingga menteri BUMN Erick Thohir mempercayakan jabatan komisaris di PTPN III Holding Perkebunan Persero. yang menggantikan Dr. Arif Satria, SP, MSi, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB).
Pengangkatan itu tertuang dalam SK Menteri BUMN No.SK-56/MBU/02/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Dewan Komisaris PTPN III (Persero).










