SURABAYA l bidik.news – Anggota komisi D DPRD Jatim Martin Hamonangan mengaku mendukung upaya pemerintah yang memisahkan jalur logistik di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.
Upaya tersebut sebagai salah satu cara untuk mengurai kemacetan di pelabuhan ujung pulau Jawa tersebut.
Politisi PDIP ini mengatakan engan memisahkan layanan, arus kendaraan tidak lagi terkonsentrasi di satu titik pelabuhan yang sama, sehingga waktu tunggu dan bongkar muat menjadi jauh lebih efisien.
“Dengan adanya menargetkan implementasi pemisahan ini agar layanan angkutan barang dan penumpang tidak saling menghambat,”tuturnya, Kamis (2/6/2026).
Martin mengatakan selama ini peningkatan truk besar di lintas Ketapang-Gilimanuk pada awal libur panjang lalu turut didorong oleh tidak maksimalnya penyebrangan Tanjungwangi-Gilimas, dari yang sebelumnya dilayani empat kapal, kini hanya dua kapal yang beroperasi.
Kawasan Ketapang,kata dia merupakan bagian dari wilayah Banyuwangi dan memiliki peran penting terhadap aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah.
Kemacaten di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sambung Martin semakin intens dalam waktu setahun belakangan.
” Bila dulu kemacetan sering terjadi hanya saat momen libur atau hari besar, saat ini kemacaten terjadi hampir setiap pekan. Kemacaten Pelabuhan Ketapang itu memengaruhi berbagai sektor di Banyuwangi, termasuk aktivitas warga hingga pariwisata,”jelasnya.
Menteri perhubungan Dudy Purwaghandi mengatakan, pemerintah menyiapkan peningkatan kapasitas di Pelabuhan Celukan Bawang sebagai lokasi khusus angkutan logistik.
Skema tersebut akan diterapkan dengan memisahkan layanan kendaraan barang dan kendaraan penumpang, serupa dengan pola yang diterapkan di lintasan Merak-Bakauheni.
Menurut dia, pemerintah menargetkan skema pemisahan tersebut sudah dapat dioperasikan paling lambat menjelang periode angkutan Lebaran. “Kita harapkan paling lambat saat Lebaran sudah siap. Karena kalau saat Natal dan Tahun Baru trafiknya tidak terlalu tinggi, tetapi saat Lebaran kita berharap pengaturannya sudah bisa berjalan,” pungkasnya.( Rofik )









