JAKARTA | Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) yang diketuai Eggy Sudjana berniat akan melakukan audensi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kasus Sukmawati Soekarno Putri , lantaran ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan orang tuanya Presiden pertama RI Soekarno .Tujuan audensi tersebut untuk memperkuat pelaporannya ke Polda Metro Jaya , agar MUI mengeluarkan fatwa terkait hal tersebut .
Untuk itu , Wakil Sekjen (Sekretaris Jenderal) MUI Bidang Fatwa , Sholahuddin Al Aiyub mengatakan sejauh ini belum ada perintah untuk membahas mengenai fatwa terkait ucapan Sukmawati.
“Belum ada , jadi komisi fatwa itu bekerja sesuai dengan penunjukan Dewan Pimpinan . Dan belum ada penunjukan untuk masalah ini,” terang Aiyub kepada CNN Indonesia.com melalui sambungan telepon , Kamis (28/11).
Masih kata Aiyub ,” Sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia di rapat Dewan Pimpinan mengatakan , bahwa pernyataan yang disampaikan Pak Sekjen (Anwar Abbas) oleh Pak Masduki Baedlowi sebagai Ketua Infokom MUI , dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pak Din Syamsuddin itu sudah cukup untuk menjawab kasus tersebut ,” katanya .
Namun masih kata Aiyub , tak semua pertanyaan publik ke MUI harus dijawab dengan fatwa tertulis. Menurutnya untuk kasus-kasus tertentu MUI cukup merespons dengan nasihat (Tausiyah) atau peringatan.
“Karena memang tidak ada efek yang lebih luas kepada masyarakat lain. Makanya itu yang menandakan , tidak semua pertanyaan kepada MUI itu kami jawab dengan fatwa tertulis ,” jelasnya.
Dicontohkan dalam kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok .
“Itu bukan fatwa , itu pandangan Majelis Ulama Indonesia. Kalau fatwa , itu ada namanya fatwa Majelis Ulama Indonesia , tertulis seperti itu ,” jelasnya.
Lebih lanjut Aiyub mengatakan , lembaganya juga tidak lagi mengharapkan mediasi dengan pihak Sukmawati ,” Kami tidak mendengar akan ada mediasi. Dan tidak perlu. Sudah terlalu banyak , capek kami nanti ,” Ujarnya . (Imron/Sumber CNN Indonesia)











