BIDIK NEWS | JAKARTA . Setelah kasus Habieb Riziq Shihab dan Sukmawati Soekarnoputri di SP3 ( Surat Penghentian Penyidikan ) oleh kepolisian . Kini giliran Ratna Sarumpaet angkat bicara terkait dihentikannya penyelidikan laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri saat membaca puisi berjudul Ibu Indonesia.
Tidak Ditemukan Unsur
Ternyata, Bareskrim Sudah Periksa Sukmawati
Ternyata SP3 Kasus ‘Pancasila’ Rizieq Sejak Februari
Melalui akun Twitter pribadinya @RatnaSpaet, ia menilai polisi tidak transparan dalam proses penyelidikan kasus Sukmawati.
Ratna juga heran dengan alasan polisi menghentikan penyelidikan karena tidak ditemukan unsur pidana. Padahal penyidik sudah memanggil empat saksi ahli.
“Untuk kasus sesensitif kasus Sukmawati -Polisi @DivHumas_Polri- harusnya transparan. Walau datangkan 4 saksi-ahli, 1 saksi utk 1 keahlian, itu tidak memadai. Kenapa tidak mendatangkan 3 saksi setiap keahlian? Ahli puisi mana yang didatangkan? Mumpuni nggak? Kenapa tanpa setahu Publik ,” tulisnya, Minggu (17/6).
Ratna menambahkan langkah cepat polisi menghentikan penyelisikan sangat diskriminatif. Di sisi lain polisi dengan sigap menetapkan tersangka dalam kasus makar. Ia juga menyinggung SP3 Rizieq Shihab sebuah permainan politik pemerinta ,” Hebat Polri @DivHumas_Polri ya. Penegakan hukumnya mantap. Bisa kerja cepat meloloskan Sukmawati. Sementara aku, Rachmawati, Kivlan dll, sejak 2 Desember 2016 hingga hari ini masih berstatus TERSANGKA. Ternyata SP3 @RIZIQSYIHAB cuma pemainan kotor politik rezim,” ujar Ratna. (RMOl/Imron)
Bisnis Ilegal BBM Bersubsidi di Banyuwangi Dibongkar Polisi, Tiga Tersangka dan 5.200 Liter Solar Diamankan
BANYUWANGI | bidik.news – Dugaan praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan modus menyedot solar dari tangki kendaraan untuk...
Read moreDetails











