GRESIK|BIDIK NEWS – Tidak tegas menindak aliran dana hasil korupsi yang diterima oleh pejabat di pemerintahan kabupaten Gresik, Puluhan massa aktivis Forum Kota (Forkot) memakai pempers bayi ngeluruk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Rabu (7/08/).
Dalam aksinya, aktivis Forkot menuntut agar Kejari Gresik melakukan penuntasan kasus korupsi dana kapitasi pelayanan (Jaspel) di Dinas Kesehatan Gresik, penuntasan operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Pendapatan Pengelolahan Keuangan Aset dan Daerah (BPPKAD) Gresik yang saat ini masih proses sidang.
Pada orasinnya, Korlap aksi Haris Shofwanul dengan lantang menyatakan bahwa pejabat yang ikut menikmati alitab dana dari korupsi itu jelas melangar hukum. Tapi, kenyataannya masih ada yang tidak terjerat hukum.
“Kami meminta kejaksaan mengusut tuntas aliran dana dari perkara dinkes yang sudah vonis dan ott BPPKAD yang saat ini masih proses dipersidangan, ” tegasnya.
Selain menggelar orasi, puluhan aktivis Forkot Gresik itu juga melakukan teaterikal di depan Kantor Kejari Gresik. Hanya memakai pampers dua aktivis memungut uang ratusan ribu (uang palsu).
Sementara itu, didepan masaa aksi Kasi Intel KejarI Gresik, Bayu Probo Sutopo mengapresiasi LSM Forkat. “Kami meminta 3 perwakilan untuk masuk ke dalam untuk berdiakusi dengan Kasi Pidsus agar dijelaskan sejauh mana perkembangan kasus ini, ” tegasnya.
Akan tetapi ajakan itu ditolak dan massa hanya meminta perwakilan dari Kejaksaan untuk hadir di acara diskusi publik yang akan dilalukan oleh Forkat dengan mengundang beberapa aktifis dan mahasiswa.
Setelah menggelar aksi selama dua jam lebih. Puluhan aktivis Forkot Gresik membubarkan diri secara tertib dengan dikawal puluhan aparat kepolisian dari Polres Gresik. (him)











