BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi sesuai perintah Kapolri bergerak cepat dengan dukungan Polsek jajarannya, melakukan evaluasi penyebab meningkatnya angka harian Covid-19 di Banyuwangi.
Bersama jajaran Forkopimda Banyuwangi, diantaranya Bupati Ipuk Fiestiendani, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nasrun Pasaribu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Kav) Eko Yuli, Danlanal Letkol (P) Ansori dan pejabat terkait lainnya, evaluasi dilakukan sekaligus pelaksanaan vaksinasi booster di Gedung Graha Pena Banyuwangi.
Dalam keterangannya, Kombes Pol Nasrun Pasaribu menyampaikan, hal itu perlu dijadikan perhatian untuk menyiapkan antisipasi dan strategi dalam rangka penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.
“Ini menjadi perhatian kita semua, walaupun di satu sisi hal yang membedakan adalah keterisian tempat tidur, angka kematian, yang apabila dibandingkan varian Delta, angkanya saat ini masih berada jauh,” kata Kombes Pol Nasrun, Rabu (16/02/2022).

Kapolresta menuturkan, peningkatan angka Covid-19 harus dijadikan evaluasi dan pemetaan apa yang menjadi penyebabnya. Apakah karena kedisiplinan warga pakai masker berkurang atau interaksi sosial masyarakat yang tinggi tanpa menerapkan aturan protokol kesehatan (prokes).
“Tentunya, harus dikelola disesuaikan dengan SE Mendagri, kemudian semua harus dilakukan untuk menekan agar laju pertumbuhan Omicron bisa kita kendalikan,” tuturnya.
“Kami bersama jajaran dan instansi terkait melakukan evaluasi PPKM. Pak Kapolri memberikan perhatian khusus. Beliau ingin ada peningkatan terkait akselerasi vaksinasi yang sudah kita laksanakan dalam waktu 1-2 minggu ke depan,” imbuh Kapolresta.
Akselerasi vaksinasi, menurutnya penting dilakukan untuk menghadapi berbagai event Banyuwangi Festival yang akan digelar. Beberapa agenda diantaranya adalah, Banyuwangi Coffe Week, Banyuwangi Batik Festival dan lain-lain.
“Ini pertaruhan kita, apakah hal ini bisa berjalan dengan baik atau justru dikurangi atau ditunda kegiatannya karena laju pertumbuhan Covid-19 yang tak bisa kita kendalikan,” jelasnya.
Disela-sela video conference vaksinasi serentak Indonesia, Kapolresta juga menyampaikan terima kasih kepada jajarannya yang telah melaksanakan akselerasi vaksinasi booster dan vaksinasi anak.
Kapolresta juga mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkab terkait ketersediaan tempat isolasi terpusat, seperti wisma atlet dan balai diklat di Tamansari telah diaktifkan, termasuk di masing-masing kecamatan.
Beliau meminta jajaran untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian angka vaksinasi dalam waktu beberapa minggu ke depan.
“Kami juga setiap hari secara serentak dengan dukungan Polsek jajaran, TNI dan instansi terkait melaksanakan pendisiplinan warga dalam penggunaan masker dan penerapan Prokes,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Kapolresta, kegiatan Pamor Keris (patroli bermotor pendisiplinan masyarakat dalam penerapan prokes) dan Operasi Yusitisi tetap secara countinue dilakukan, karena pihaknya melihat kesadaran masyarakat akan hal tersebut sudah mulai menurun.
Padahal, menurut Nasrun, penggunaan masker adalah salah satu upaya untuk melindungi diri dan orang lain agar tak terpapar Covid-19, disamping vaksinasi.(nng)












