GRESIK I BIDIK.NEWS – Generasi muda milenial yang selalu terbuka dengan perkembangan, apalagi berada pada penyangga kota metro pilihan Surabaya yang heterogen, sehingga potensi untuk menjadi ekstrim kiri atau ekstrim kanan sangat besar peluangnya, demikian diungkap Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan, Rabu ( 30/11).
“Kita hanya membentengi diri dan juga keluarga serta kelompok masyarakat, dari bahaya kerawanam sosial, yang ujungnya bisa mengarah menjadi ekstrim kiri atau ekstrim kanan,” terang Nanang.
Dalam kegiatan Kewaspadaan dini terhadap kerawanan sosial yang di gelar Kesbang Kabupaten Gresik, menghadirkan 3 nara sumber sekaligus, antara lain : Yulianus dari Badan Intelijen Negara Korwil Gresik, Hamim Farhan, dan H Abdul Muis.
Yulianus dalam paparan materinya menyampaikan kewaspadaan dini sangat diperlukan bagi generasi muda, setidaknya mencegah pecah belah bangsa dan negara.
“Selama ini, generasi muda tanpa pikir panjang, selalu meneruskan info yang masuk, baik dari medsos atau juga dari grup WA, tanpa di periksa lagi kebenaran informasi tersebut, hal seperti ini bisa menimbulkan keretakan, permusuhan, bahkan penganiayaan, dan berujung pada perbuatan pidana,” papar Yunus sapaan akrabnya.
Biar kita tidak bermusuhan dengan masyarakat, serta tidak menimbulkan gesekan di lingkungan masyarakat, kalau mendapati informasi, jangan langsung di kirim ulang, melainkan di cari kebenaran informasi tersebut
“Orang pertama bilang ke orang kedua kalau dia lihat kadal, adalah, orang kedua bilang pada orang ketiga kalau pihak biawak, orang ketiga bilang je orang ke empat kalau lihat buaya, padahal orang pertama hanya melihat kadal,” pungkas Yunus. ( ali)











