GRESIK I bidik.news – Mahasiswa dari UNIGRES yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 di Desa Morowudi menggelar penyuluhan dengan tema “Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Pernikahan Dini” pada Senin (28/07/2025).
Bertempat di balai desa Morowudi, kegiatan penyuluhan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik, perwakilan dari Polsek Cerme dan tenaga kesehatan professional.
Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, para pemuda dan beberapa warga setempat yang mewakili masing-masing dusun di desa Morowudi.
Narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik memberikan edukasi mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkotika. Untuk itu, BNN menghimbau agar para pemuda harapan bangsa dan seluruh masyarakat agar tidak menggunakan Narkoba.
Resiko pengguna narkoba sangat berat, disamping ada ancaman pidana juga dapat merusak moral dan masa depan. Untuk itu, BNN Gresik mengajak seluruh masyarakat untuk bilang “Say No to Drugs.
Para narasumber juga memberikan edukasi dan materi secara komprehensif, mulai dari jenis narkoba. Dampak buruk secara fisik dan psikologis, hingga konsekuensi hukum ketika menggunakan narkoba.
“Kami mengapresiasi kepada mahasiswa KKN atas kegiatan inu. Kolaborasi seperti ini menjadi salah satu strategi efektif dalam memperluas jangkauan sosialisasi, terutama ke daerah-daerah yang membutuhkan edukasi tentang narkoba,” ujar nara sumber.

Sementara itu, untuk penyuluhan pernikahan dini, dijelaskan berbagai dampak negatif baik dari segi kesehatan reproduksi, pendidikan, hingga kesiapan mental dan ekonomi pasangan muda yang menikah di bawah usia ideal.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Umar Burhan pada sambutannya menyampaikan bahwa, penyuluhan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu sosial yang berdampak langsung pada generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat dari ancaman narkoba serta praktik pernikahan dini yang masih terjadi di beberapa wilayah. Daripada buru-buru menikah, lebih baik ikut program kuliah gratis sampai lulus di UNIGRES bulan ini,” ujarnya.
Ditambahkannya, penyuluhan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi warga, khususnya generasi muda, dalam menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari risiko sosial.
Kepala Desa Morowudi, H. Muhammad Sholeh sangat mendukung terhadap program-program KKN yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat buat anak-anak muda. Mereka butuh wawasan dan edukasi yang menyeluruh terkait barkoba maupun pernikahan dini. Semoga dengan adanya penyuluhan ini dapat berdampak posisitif pada peserta dan masyarakat pada umumnya,” pungkas M. Sholeh.
Seperti diberitakan, rangkaian kegiatan KKN dari Unigres di Desa Morowudi dijadwalkan akan berlangsung hingga pertengahan Agustus, dengan beberapa program diantaranya, pelatihan Digital Marketing, teknik pengelasan dasar, pendampingan pelaku UMKM, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lain. (him)











