Bermacam cara orang dalam mencari duit, baik dengan cara berdagang, menjadi makelar, atau bahkan memanfaatkan situasi orang yang mengalami kecelakaan.
2 pekan lalu ada salah seorang kepala sekolah SMA di wilayah Bojonegoro, yang mengalami kecelakaan di jalan raya, dan harus rawat inap di salah satu RS di kota Gresik.
Keluarga yang di Bojonegoro dihubungi dan segera menuju ke RS di Gresik.
Saat hampir memasuki ruangan rawat inap, rombongan keluarga dari Bojonegoro ini disapa oleh seseorang, dan dikatakan bahwa keluarganya yang di tabrak oleh si kepala sekolah, sehingga minta uang untuk biaya perawatan karena tidak punya asuransi,
Kawatir urusan berbuntut panjang, maka istri dari kepala sekolah ini memberi uang sebesar Rp 3 juta sebagai santunan kepada korban.
Ketika didalam kamar perawatan bertemu sama suami dan di ceritakan telah di datangi korban dan sudah di beri uang.
Seketika si kepala sekolah ini sedikit agak emosional, pasalnya dia yang menjadi korban dan di tinggal lari.
” Kita ini sudah kecelakaan, ditinggal lari oleh si penyebab kecelakaan, di rumah sakit, istri malah diminta uang oleh seseorang yang mengaku korban, ini sudah celaka, ditambahi duka lara,” jelas kepala sekolah yang enggan identitasnya di publikasikan.
Sementara kasus serupa juga terjadi di kawasan Ngampel, Surabaya.
Ny Nuriyah mendapat telepon seseorang yang intinya mengabarkan ponakan dari Nuriyah ini, telah nenabrak mobil dari si penelepon sehingga pesok.
Biar tidak berlanjut urusan di kantor polisi, si penelepon meminta sejumlah uang dan di tunggu di salah satu toko yang telah di sepakati berdua.
Usai menyerahkan uang, Nuriyah pulang dengan masih deg degan, dan sejam kemudian bertemu dengan keponakan dalam kondisi segar bugar, motornya juga tidak lecet, dan di tanya soal nabrak mobil seseorang .
” Saya dari tadi di masjid, tidak ada kecelakaan , dan motor tidak lecet, kalau ada yang menita uang, itu ya penipu “, jelas ponakan Ny Nuriyah. (bersambung )










