Mental menipu dengan merugikan orang lain, selalu ada di mana mana, baik menggunakan cara kasar, bahkan seolah mengajak berbisnis, atau seolah pinjam uang.
Penulis sendiri mengalami saat menunggu saudaranya saat di rawat disalah satu RS. dan mendapat pesan salah satu teman dekat lewat WA.
” Lagi dimana ? bisa minta tolong, agak penting,” begitu bunyi pesan singkat dari sahabat di seberang sana, dan ternyata nomer si sahabat tersebut sudah di kloning.
” Di ATM kamu ada saldo berapa, tolong transfer ke aku, besok pagi tak kembalikan,” dan benar saja segera dikirim salah satu nomer rekening seorang cewek dari bank pelat merah. Dan dengan pesan untuk segera mentransfer uang tersebut.
Ada perasaan kurang yakin atas permintaan sahabat ini, namun tetap esok harinya di bawakan uang tunai Rp 1 juta untuk diserahkan secara langsung, perasaan ragu karena rekening atas nama seorang cewek yang dinilai bukan istrinya, dan rumah sahabat ini tidak di ibukota kecamatan, jauhnya 60 KM dari pusat kabupaten.
Esok paginya , begitu turun dari motor dan tanya ke satpam, maka langsung di bilangi oleh si satpam bahwa nomer telepon juragannya di kloning oleh seseorang dan beberapa orang juga sudah mengirimkan sejumlah uang.
” saya baru saja dari kantor perwakilan GSM tersebut untuk melaporkan dan memblokir nomer tersebur,” jelas satpam. ( bersambung )











