SURABAYA – Satreskoba Polrestabes Surabaya kembali menembak mati bandar narkoba kelas kakap bernama Iwan Hadi Setiawan (30) warga Manukan Ranu, Surabaya.
Iwan Hadi ditembak lantaran menyerang petugas dengan menggunakan senjata api (senpi) rakitan. Naas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara, sang bandar tewas.
Didalam kamar Iwan Hadi, disita 100 kilogram atau satu kwintal narkoba jenis sabu dan 4000 butir pil happy five.
Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran mengapresiasi tangkapan dan juga barang bukti 100 kilo gram sabu yang didapat Satreskoba Polrestabes Surabaya.
“Saya selaku Kapolda Jawa Timur untuk pertama kalinya mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh tim narkoba Polrestabes Surabaya yang sudah mengungkap jaringan ini yang sesuai dengan arahan,” terang Fadil Imran, Selasa (12/5/2020).
Fadil juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. Walaupun akan meninggalkan Kota Surabaya, semangat untuk pak Sandi untuk Jogo Suroboyo dan Jawa Timur.
“Terima kasih pak Sandi dan apresiasi saya untuk Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian beserta timnya untuk terus semangat memberantas narkoba,” tambahnya.
Sementara itu, Kombes Pol Sandi Nugroho menyebut bahwa penyergapan terhadap Iwan itu bermula dari pengungkapan jaringan awal. Di mana Satreskoba menangkap tersangka Achmad Uwais alias Badrun, warga Jalan Ngagel Mulyo XV, Surabaya. Kemudian dikembangkan menangkap temannya bernama Wahyu Rosyid alias Ipek (23), warga Ngagel Rejo Utara, Surabaya.











