SURABAYA – Sembilan bulan setelah keluar dari penjara, Muhamad Ismail alias Roni (33) bukannya tobat, namun memilih menjadi bandar narkoba kembali.
Sepak terjangnya menjadi bandar narkoba telah usai ditangan Satreskoba Polrestabes Surabaya. Ketika ditangkap berusaha menyerang hingga akhirnya ditembak mati.
Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian mengatakan, Rony ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari jaringan dibawahnya.
Sebelumnya Satreskoba Polrestabes Surabaya menangkap Hafid Fauzen (23) dan Rhomadoni (24) di Jalan Lebak Jaya, Surabaya. Dari tangan Dua orang tersebut petugas menyita 1 bungkus plastik berisi sabu dengan berat 25 gram dan dua buah hp.
Kemudian dari hasil pengembangan, nama Nur muncul dari percakapan ponsel milik kedua tersangka itu.
Selanjutnya, Muhammad Noer (41) dapat di tangkap di Jalan Gresikan Surabaya, namun berusaha kabur terpaksa petugas menembak kaki kanannya.
“Dari penggerebekan tersebut kami mengamankan barang bukti sabu seberat 500 gram,” ujar Memo, di Kamar Mayat Dr.Soetomo, Jumat (13/3/2020).
Tidak berhenti disitu, AKBP Memo dan Timnya bergerak cepat. Dari hasil pengungkapan tersangka Muhammad Noer itulah barang haram yang dia dapatkan dari Muhammad Ismail alias Rony.
Keberadaan Rony diketahui berada diwilayah Sukodono, Sidoarjo, kemudian Satreskoba Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan Reskoba Polresta Sidoarjo.
“Saat ditangkap tersangka, berusaha melawan petugas dengan menggunakan pisau penghabisan, dinilai membahayakan petugas kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur,” pungkas Memo.
Roni pun tewas setelah menerima tiga tembakan dari pistol polisi, karena nyawanya tidak tertolong saat petugas berusaha membawanya ke Rs. Bhayangkara Sidoarjo.
Dari tangan Rony petugas menyita barang bukti sabu dengan berat seberat 750 gram, tas rangsel dan pisau penghabisan.
Memo mengatakan, para tersangka mempunya peran masing-masing ada yang sebagai kurir hingga pemilik barang haram.
“Jadi kami akan terus melakukan pengembangan dari jaringan ini, karena saat ini masih kita lacak keberadaan bandar besar itu,” papar Memo.











