BANYUWANGI | bidik.news – Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara bersama Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud Banyuwangi memperkenalkan KTP ‘Sakti’ (Satu Kartu untuk Indonesia) sebagai salah satu program unggulan.
Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri kampanye akbar Calon Legislatif (Caleg) Dapil 3 PDI Perjuangan Desy Prakasiwi dan Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Lapangan Sumber Sewu, Kecamatan Muncar, Minggu (24/12/2023).
Kampanye akbar tersebut dihadiri seluruh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Tim pemenangan Caleg Desy Prakasiwi, Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud Kabupaten Banyuwang, dan para pendukung, simpatisan serta relawan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para paserta dan hadirin semua, sudah meluangkan waktu berpanas-panas ria bersama dengan kita, tetap berkobar semangatnya demi Ganjar-Mahfud,” ucap Made mengawali kampanyenya.
Ia berharap, semoga semangat ini masih terus terjaga. Karena waktu masih sekitar 52 hari lagi, kobarkan semangat, terjun ke masyarakat untuk menang, bukan hanya berkumpul disini.
“Saya meminta kepada semua yang hadir saat ini, untuk mengetuk pintu hati masyarakat, sampaikan dengan baik, santun dan sopan, bahwa Ganjar-Mahfud adalah calon presiden yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Menurut Made, Ganjar adalah sosok capres dari masyarakat biasa, bukan anak siapa-siapa. Kenapa harus Ganjar-Mahfud, karena ada satu program unggulan yang harus disosialisikan kepada masyarakat, yakni KTP Sakti (Satu Kartu untuk Indonesia).
Dengan kartu ini, nantinya bisa menjawab semua persoalan- persoalan bantuan dimasyarakat.
“Sekarang ini banyak bantuan tapi masih memakai banyak kartu, maka dari itu apabila Ganjar-Mahfud menang, nanti cukup satu kartu, bisa lebih ramping dan tidak berbeliti-belit.
Terkait dengan bantuan, saat ini ditengah-tengah masyarakat banyak orang yang berhak tidak menerima bantuan, namun nyatanya menerima bantuan, sedangkan orang yang tidak berhak malah menerima bantuan.
“Untuk itu, Ganjar-Mahfud akan membentuk satu lembaga tersendiri yang bertugas mendata, agar tidak terjadi tumpang tindih seperti saat ini,” pungkas Made.(nng)











