BIDIK NEWS | BATU – Impian menyabet Piala Adipura 2018 bagai oase bagi Kota Batu yang selama 17 tahun berdiri sebagai kota otonom, belum sekalipun menerima penghargaan atas pengelolaan lingkungan dan kebersihan perkotaan. Di tahun 2018 ini Kota Batu masuk sebagai nominasi penerima Piala Adipura 2018 setelah dinyatakan lolos verifikasi penilaian tahap pertama.
Meskipun ujung tombak keberhasilan merebut Piala Adipura 2018 berada di tangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, namun Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tak mau berpangku tangan dalam mendukung keberhasilan Kota Batu meraih Adipura 2018.
Salah satu kriteria penilaian tim Adipura untuk kategori kota sedang diantaranya fasilitas umum meliputi drainase, jembatan dan jalan protokol kota 19 titik. Oleh karena itu DPUPR melalui Bidang Bina Marga melakukan normalisasi drainase sekaligus membersihkan sampah yang berada di kolong-kolong jembatan dan mencabut rerumputan yang memenuhi bahu jalan. Sedangkan untuk jalan berlubang telah dilakukan penambalan di beberapa titik ruas jalan protokol Kota Batu.
Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Kota Batu, Endrayoni mengatakan normalisasi drainase dan pembersihan bahu jalan intensitas telah dikerjakan sejak dua minggu lalu dan akan terus dilakukan selama pekan depan. Dari aktivitasnya itu masih dijumpai tumpukan sampah yang menyumbat saluran air.
Tak hanya drainase, sampah yang teronggok di kolong Jembatan Brantas, Kota Batu pun disapu bersih. Sedangkan sampah-sampah yang berada di aliran sungai ditangani oleh Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kota Batu.
“Terpenting masyarakat harus ada rasa memiliki fasilitas publik seperti drainase dengan tidak membuang sampah. Efeknya pendangkalan dan penyimpitan drainase yang mengakibatkan air meluber ke jalan saat musim hujan. Yang rugi kan masyarakat juga,” kata Endrayoni.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR, Alfi Nurhidayat menambahkan intensitas kinerja ditingkatkan lagi menjelang Piala Adipura 2018. Dengan tenggat waktu satu minggu yang tersisa pihaknya optimis membuahkan hasil optimal dengan melibatkan tim penuh dan difokuskan di ruas jalan protokol.
“Sebetulnya kegiatan pemeliharaan jalan rutin kami lakukan tiap hari. Karena menjelang penghargaan Piala Adipura maka semangat kami terlecut meningkatkan kinerja untuk mendukung Pemkot Batu meraih penghargaan itu,” ungkap Alfi.
Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan sejak Januari hingga paruh bulan Maret 2018, lebih dari 35 titik jalan berlubang yang telah dilakukan perbaikan di ruas jalan kota dan ruas jalan lingkungan. Ia mengatakan ada 30% jalan rusak dari total jalan sepanjang 422 kilometer termasuk jalan milik provinsi. Ia menerangkan kewenangannya hanya menangani perbaikan ruas jalan kota dan ruas jalan lingkungan. Jika diakumulasi ada 10 hingga 20 kilometer jalan berlubang yang berada di spot ruas jalan.
“Jalan itu wajah kota, komitmen kami memperbaiki jalan rusak demi kenyamanan dan keamanan pengendara. Hanya mohon bersabar harus ada tahapan-tahapan prosedur normatif yang harus dijalani,” kata Alfi. (Didid)
Teks : Tim Pemeliharaan Jalan DPUPR Kota Batu mengangkut kasur yang tersangkut pada jaringan instalasi pipa di Jembatan Brantas, Jalan Brantas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto :ist)










