BIDIK NEWS | GRESIK – Sejumlah kawasan PKL yang terpaksa disuruh libur untuk tidak menggelar dagangan selama beberapa hari terkait penilaian Adipura, selain di keluhkan pengguna sekaligus penikmat jasa dari para PKL, baik pedagang makanan, minuman bahkan jasa tukang jahit sepatu yang harus libur. Seperti terlihat hari Senin (12/3), terlihat sejumlah jalan protokol bersih dari pedagang kaki lima sehingga jalanan terasa lenggang, namun bagi pengguna dan penikmat jasa PKL justru yang kebingungan.
Ketua DPRD Gresik H Abd Hamid bersama jajaran pimpinan DPRD serta ketua komisi, melakukan jumpa pers yang rutin digelar untuk menggali informasi dari awak media, terkait Kabupaten Gresik yang beberapa tahun tidak mendapat piala Adipura, dikatakan,” Selama ini, pihak eksekutif tidak serius menata para PKL yang menyebabkan kota kelihatan kumuh, kalau hanya disuruh libur selama penilaian, srmentara pejabat yang menilai masih berkeliling di kota yang lain dan disempatkan melihat lagi titik pantau penilaian di Gresik yang tiba tiba kumuh dan semrawut, ya jelas kita tidak mendapat adipura, eksekutif hanya melakukan adi pura pura,” jelas H Abd Hamid di depan wartawan yang bertugas peliputan di Gresik.
Lebih lanjut dikatakan, karena belum ditata secara permanen, termasuk di berikan fasilitas kawasan yang terpadu, dan hanya di suruh libur saat ada penilaian, ini menyusahkan bagi masyarakat kecil, bagi pelaku PKL dan juga sekaligus penikmat jasa.
Salah satu pegawai pabrik asal kecamatan Kebomas, Agus yang berniat menjahitkan sepatu di kawasan Jl Basuki Rahmat Gresik, harus kecewa, ternyata kawasan penjahit sepatu dan sandal pada tutup semua,” Sepatu kerja kebelulan bagian depan terbuka karena lem nya sudah kurang lengket, mau di jahitkan kog malah libur semua, ya terpaksa balik ke pabrik dan di pabrik memakai sandal,” jelas Agus.
Sejumlah pedagang makanan di Jl Sunan Giri Gresik yang biasa menggelar dagangan di tepi jalan juga tidak terlihat menggelar dagangan,” Masih beruntung mas, kita kurang 2 hari di beri tahu oleh petugas, sehingga hari penilaian Adipura kami tidak memasak untuk di jual, hanya untuk keperluan keluarga saja, namun kalau penilaian ini sampai seminggu atau lebih, kita dapat duit dari mana ?,” jelas Ningsih yang biasa jualan pecel. ( ali)
Teks : DPRD Gresik saat melakukan jumpa pers. (foto:ist)










