• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home GAYA HIDUP

Inilah Hasil Penelitian YPKP dan KABAR Tentang Tembakau Alternatif 

Ida by Ida
8 years ago
in GAYA HIDUP
Reading Time: 3 mins read
0
Rokok Konvensional vs Produk Tembakau Alternatif. (Foto : Ist)

Rokok Konvensional vs Produk Tembakau Alternatif. (Foto : Ist)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BIDIK NEWS | SURABAYA – Ketua Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia dan ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Dr.drg. Amaliya, MSc. Ph.D mengemukakan, bahwa pengguna produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik memiliki risiko kesehatan dua kali lebih rendah dibanding perokok konvensional. 

Hasil penelitian ini Dia kemukakan saat ajang ilmiah nasional di bidang pengendalian tembakau The 5th Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2018 di Surabaya baru-baru ini.

Dalam simposium ilmiah yang mempertemukan para pemerhati dan aktivis pengendalian tembakau (rokok) dari berbagai kalangan, Dr. drg. Amaliya memaparkan hasil penelitiannya yang dilakukan selama Maret – Mei 2017. Penelitian itu ditujukan untuk mengetahui perubahan sel yang diperiksa dari cuplikan sel yang melapisi permukaan pipi bagian dalam pada rongga mulut yang diambil dari ketiga kelompok sampel utama, yakni kelompok perokok aktif, pengguna rokok elektrik dan non perokok.

TAR Penyebab Utama Kacaunya Sistem Sel Dalam Rongga Mulut

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa perokok memiliki jumlah inti sel kecil (micronuclei) dalam kategori tinggi, yakni sebanyak 147.1. Sedangkan pengguna rokok elektrik dan non perokok masuk dalam kategori normal, yakni berkisar pada angka 70-80. Dari hasil ini terlihat bahwa jumlah inti sel kecil pengguna rokok elektrik cenderung sama dengan non perokok, dan dua kali lebih rendah dari perokok aktif,” jelas Dr.drg. Amaliya dalam pemaparan paper yang berjudul Observation of Oral Mucosal Health on E-Cigarette Users di Hotel Bumi Surabaya.

Lebih lanjut Dr.drg. Amaliya memaparkan, bahwa banyaknya jumlah inti sel kecil merupakan tanda bahwa telah terjadi pembelahan sel yang tidak sempurna atau sel tidak normal. Dalam kondisi normal, sel-sel yang terdapat dalam rongga mulut akan terus membelah dan memperbaiki diri. Namun di rongga mulut perokok aktif, proses pembelahan menjadi kacau, karena masuknya zat-zat berbahaya (tar) yang membuat pembelahan sel menjadi tidak sempurna.

“Karena sistemnya kacau, kemudian mengakibatkan terbentuknya inti-inti sel kecil hasil dari pembelahan sel yang tidak sempurna tadi. Ini berbahaya, karena semakin banyak inti sel kecil yang tumbuh maka semakin besar potensi risiko mengidap penyakit kanker rongga mulut,” jelas Dr.drg. Amaliya.

“Informasi mengenai kanker rongga mulut ini sepertinya jarang didengar, tetapi berdasarkan Asian Pacific Journal of Cancer Prevention 2013 menunjukkan, bahwa kanker rongga mulut merupakan salah satu dari enam kanker ganas yang paling sering timbul di Asia. Terdapat hampir 274.300 kasus baru dari kanker ini muncul setiap tahunnya dan sebagian besar kanker rongga mulut disebabkan oleh rokok,” ucapnya.

Rokok Konvensional VS Produk Tembakau Alternatif

Melanjutkan hasil penelitian tersebut, Dr. drg. Amaliya mengungkapkan bahwa tidak dapat dipungkiri masyarakat masih kekurangan informasi mengenai produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn) yang memiliki risiko lebih rendah daripada rokok tembakau.

“Banyak masyarakat yang menganggap bahwa produk tembakau alternatif lebih berbahaya dibandingkan rokok konvensional. Anggapan ini muncul sebenarnya karena masyarakat masih keliru mengetahui kandungan senyawa kimia yang paling berbahaya dalam rokok. Selama ini masyarakat keliru menganggap bahwa nikotin adalah senyawa kimia yang paling berbahaya, padahal sebenarnya bukan itu,” ucap Dr.drg. Amaliya lagi.

“Dari 4.000 senyawa kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok, tar merupakan senyawa yang paling berbahaya. Kenapa? karena tar mengandung zat-zat karsinogenik. Senyawa kimia ini lah yang jika dalam jangka panjang dihirup oleh manusia akan mengendap dalam tubuh dan memicu berbagai penyakit mematikan seperti paru-paru, jantung dan kanker.”

Sedangkan nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan. Tidak hanya tembakau, nikotin juga dihasilkan secara alami oleh terung dan tomat. Dalam konsumsi jangka panjang, nikotin memang dapat menimbulkan kecanduan, tetapi tidak memicu berbagai penyakit berbahaya sebagaimana tar.

“Sangat penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai hal ini (nikotin dan tar), sehingga masyarakat bisa paham bahwa produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik dapat menjadi salah satu solusi bagi perokok untuk mendapatkan alternatif produk dengan risiko yang lebih rendah, sehingga dapat menjadi solusi dalam mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Namun, perlu ditekankan bahwa berhenti merokok tetap merupakan cara terbaik untuk mengatasi permasalahan ini,” tutup Dr. drg. Amaliya. (hari)

Related Posts:

  • Inilah Bahayanya Asap Rokok Elektrik (Vapor)
    Inilah Bahayanya Asap Rokok Elektrik (Vapor)
  • IMG-20180613-WA0016
    Inovasi Mahasiswa FKG Unair Atasi Karies Gigi
  • ilustrasi
    Ingin Umur Panjang , Ada 3 Rahasianya.
  • Shopee Indonesia Rilis Kampanye “Garansi Harga Termurah”
    Shopee Indonesia Rilis Kampanye “Garansi Harga Termurah”
  • IMG-20180420-WA0044
    Pengaruh Lagu terhadap Seksualitas
  • Sebaiknya Konsumsi Suplemen Kesehatan, Bukan Obat
    Sebaiknya Konsumsi Suplemen Kesehatan, Bukan Obat
Previous Post

Pemkab dan MUI Bangkalan Workshop “Juru Begal Halal” . 

Next Post

Pentingnya Tidur Saat Puasa Versi Meliá Hotels International

Ida

Ida

RelatedPosts

Transformasi Harapan, Jembatan Garuda Hadirkan Kenyamanan dan Senyuman Baru bagi Warga Desa Kates
JAWA TIMUR

Transformasi Harapan, Jembatan Garuda Hadirkan Kenyamanan dan Senyuman Baru bagi Warga Desa Kates

by Eko Purwanto
10/06/2026
0

TULUNGAGUNG I bidik.news – Kehadiran Jembatan Garuda di Desa Kates, Kecamatan Kauman, membawa harapan baru bagi masyarakat setempat. Infrastruktur yang...

Read moreDetails
Pemprov Jatim Perluas Koridor Trans Jatim ke Malang Raya dan Pasuruan , Kadishub Nyono : Sasar Kawasan Industri Hingga Pariwisata

Pemprov Jatim Perluas Koridor Trans Jatim ke Malang Raya dan Pasuruan , Kadishub Nyono : Sasar Kawasan Industri Hingga Pariwisata

10/06/2026
Mutasi Pejabat di Polresta Banyuwangi, Kasat Resnarkoba dan Dua Kapolsek Berganti

Mutasi Pejabat di Polresta Banyuwangi, Kasat Resnarkoba dan Dua Kapolsek Berganti

10/06/2026

Perda Pemberdayaan Petambak Garam di Gedok, Komisi D Ra Huda : Infrastruktur Ke Petambak Garam Harus Dibenahi

10/06/2026

Sengkarut Tambang di Magetan dan Ponorogo, Diana Sasa DPRD Jatim Desak Evaluasi Menyeluruh

09/06/2026

Tunggakan TPG Rp274 Miliar, Komisi E DPRD Jatim Siapkan Dua Skema Pencairan untuk 35 Ribu Guru

09/06/2026
Next Post
Pentingnya Tidur Saat Puasa Versi Meliá Hotels International

Pentingnya Tidur Saat Puasa Versi Meliá Hotels International

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Transformasi Harapan, Jembatan Garuda Hadirkan Kenyamanan dan Senyuman Baru bagi Warga Desa Kates

Transformasi Harapan, Jembatan Garuda Hadirkan Kenyamanan dan Senyuman Baru bagi Warga Desa Kates

10/06/2026
Pemprov Jatim Perluas Koridor Trans Jatim ke Malang Raya dan Pasuruan , Kadishub Nyono : Sasar Kawasan Industri Hingga Pariwisata

Pemprov Jatim Perluas Koridor Trans Jatim ke Malang Raya dan Pasuruan , Kadishub Nyono : Sasar Kawasan Industri Hingga Pariwisata

10/06/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.